Connect with us

Berita

Jumat Barokah Polres Malang, Bagi Nasi Kotak, Ajak Damai dan Tenang Jelang Pelantikan

Diterbitkan

||

TERIMAKASIH : Seorang tukang becak berterimakasih terima nasi kotak. (Humas Sat Binmas Polres Malang)
TERIMAKASIH : Seorang tukang becak berterimakasih terima nasi kotak. (Humas Sat Binmas Polres Malang)

Memontum Malang – Tukang ojek, tukang becak, komunitas ojek online dan tukang parkir di Karangploso dan sekitaran Dau, Jumat (18/10/2019) siang, tersenyum ringan dan berterimakasih menerima nasi kotak dari Sat Binmas Polres Malang, Polsek Dau dan Karangploso.

Ya, Sat Binmas Polres Malang bersama Polsek Dau dan Polsek Karangploso serta jajaran Polres Malang, Jumat (18/10/2019) pagi hingga siang melaksanakan giat Jumat Barokah, sebagai wujud Program 77 Unggul Kapolres Malang.

Sekitar pukul 10.00, belasan petugas terbagi menjadi 2 tim. Tim pertama berada di sekitaran Masjid Jamik Aswaja, berlanjut ke Jalan Raya Kepuharjo Karangploso. Lalu singgah dan ngobrol bersama komunitas dan Paguyuban Masyarakat antara lain di Pangkalan Ojek sekitar Girimoyo Karangploso.

Adapun tim 2, melaksanakan di sekitar Pangkalan Ojek Online depan Wisata Sengkaling Jalan Raya Mulyoagung Desa Jetis, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Tidak hanya membagi kotak nasi, petugas menghimbau warga agar tetap tenang, damai dan menyarankan tidak perlu mengikuti unjuk rasa, jelang pelantikan presiden di Jakarta.

“Sebagai warga Negara yang baik, tugas kita pada saat ini adalah mengisi kemerdekaan dan ikut berpartisipasi memajukan masa depan bangsa dengan melakukan hal – hal yang positif demi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini,” ungkap AKP Suyoto, Kasat Binmas Polres Malang kepada memontum.com.

Ditambahkan Suyoto, giat Jumat Barokah itu merupakan bentuk kepedulian Polri khususnya Polres Malang dalam menyikapi situasi terkini agar wilayah tetap dalam keadaan aman dan kondusif.

Selain itu, pihak kepolisian, menghimbau pula agar tidak terprovokasi informasi tidak bertanggungjawab dan informasi tanpa konfirmasi alias hoax. Anggota Sat Binmas Polres Malang juga menyarankan agar tidak mengikuti ajakan unjuk rasa, terlebih bila menciptakan kerusuhan. (sos)

 

Berita

Ansor Banser Tidak Kemana-mana, Tapi Ada Dimana-mana

Diterbitkan

||

Kasatkorwil Banser Jawa Timur Irsyad Yusuf Bersama Ketua Dewan Penasehat PC GP Ansor Kabupaten Malang, Hasan Abadi. (ist)
Kasatkorwil Banser Jawa Timur Irsyad Yusuf Bersama Ketua Dewan Penasehat PC GP Ansor Kabupaten Malang, Hasan Abadi. (ist)

Memontum Malang – Pengurus Cabang(PC) Ansor Kabupaten Malang melalui Satkorcab Banser Kabupaten Malang mengadakan Rapat Koordinasi Cabang di Pendopo Agung Kepanjen Minggu (12/1/2020) siang.

Dikesempatan yang sama juga dilakukan pengukuhan pengurus Satkorcab Baru yang sebelumnya dijabat Ahmad Bahtiar, digantikan M. Iksan.

Hadir juga dalam kegiatan ini Bupati Malang Drs HM Sanusi MM, Kasatkorwil Banser Jawa Timur Irsyad Yusuf yang juga Bupati Pasuruan, Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur yang sekaligus Ketua Dewan Penasehat PC GP Ansor Kabupaten Malang, Hasan Abadi.

Dalam sambutannya Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang Husnul Hakim Syadat mengatakan, kader Ansor-Banser mempunya keberanian dalam menghadapi organisasi-organisasi yang bisa jadi akan merongrong NKRI.

“Kader Ansor-Banser, terbukti menjadi kader yang berani menghadapi organisasi-organisasi yang bisa jadi akan merongrong persatuan negara Indonesia,” tandas Husnul.

Sementara itu,Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Kabupaten Malang, DR. Hasan Abadi mengatakan,beratnya tantangan ke depan GP Ansor dan Banser harus menjadikan semakin berdaya dan secara organisatoris Ansor Banser tidak kemana-mana, tapi kadernya harus ada dimana-mana, tersebar dan menjadi pioneer.

“Kader Ansor-Banser merupakan sayap kepemudaan NU, harus ikut berkiprah di segala bidang, baik ekonomi, politik maupun agama, karena dengan itu maka akan terjadi distribusi kader. Secara organisatoris Ansor-Banser tidak kemana-mana, tapi kadernya harus ada dimana-mana, tersebar dan menjadi pioneer,” tegas Hasan.

Di sisi lain, Hasan Abadi, Wakil Ketua PW GP Ansor Jatim sekaligus Ketua Dewan Penasehat PC GP Ansor Kabupaten Malang mengatakan, kader Ansor-Banser harus semakin berdaya.

“KaderAnsor-Banser jangan sampai kadernya numpuk di satu bidang saja, disinilah letak pentingnya penguatan SDM di Ansor Banser,” tutur Hasan Abadi.

Berikutnya,Kasatkorwil Banser Jatim, Gus Irsyad Yusuf dalam sambutannya mengatakan, bahwa Ansor-Banser harus bisa menghadapi tatanan internal dan eksternal.

“Kader Ansor Banser perlu ditingkatkan SDMnya, Ikut berpartisipasi dalam penurunan kemiskinan di Kabupaten Malang,” jelas Gus Irsyad Yusuf. (Sur)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Akses Jalan Menuju Kampung Bunga Grangsil Dikeluhkan Warga

Diterbitkan

||

Maskur Hadi Priyono Bersama Organisasi Petani Bunga Grangsi. (H.Mansyur Usman/Memontum.Com)
Maskur Hadi Priyono Bersama Organisasi Petani Bunga Grangsi. (H.Mansyur Usman/Memontum.Com)

Memontum, Malang – Keberadaan Kampung bunga di Dusun Grangsil, Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang yang sebenarnya merupakan potensi besar untuk menjadi desa wisata. Manfaat serta keuntungannya selama ini sudah dirasakan langsung petani bunga.

Namun belakangan yang terjadi, warga disana justru masih mengeluh karena kondisi infrastruktur menuju Dusun Grangsil ternyata masih jauh dibawah sempurna.

“Kondisi jalan menuju kampung bunga saat ini masih sangat dikeluhkan.Karenanya, kami berharap, agar pemerintah melakukan perbaikan infrastruktur termasuk rambu penunjuk arah menuju Dusun Grangsil, ” ujar Maskur Hadi Puriyono, Ketua kelompok petani bunga Grangsil Sabtu (4/1/2020/2020) siang.

Ditambahkan Maskur, sebenarnya manfaat serta keuntungan dari penjualan bunga saat ini sudah dirasakan langsung oleh masyarakat.Itu dengan banyaknya orang-orang dari luar daerah berdatangan ke Dusun Grangsil. Selain berekreasi, mereka juga belanja berbagai jenis bunga.

“Kami mohon bantuan Pemerintah Desa Jambangan khususnya.Karena yang namanya wisata, itu tanpa lepas dari infrastruktur. Dengan infrastruktur yang baik, maka kenyamanan akan dirasakan pengunjung. Apalagi, Dana Desa (DD) memang diperbolehkan untuk pembangunan kawasan wisata, ” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jambangan Eko Hadi Cahyono ST menjelaskan, salah satu penyebab kerusakan jalan di desa berpenduduk sekitar 12 ribu tersebut, karena sering dilalui kendaraan berat. Mengingat di sekitar tempat tersebut banyak pertanian tebu.

Ditambahkan Eko, kondisi jalan rusak saat ini sangat berdampak. Selain para pengguna jalur, akses perekonomian warga sekitar juga para pengemudi kendaraan roda dua maupun empat.

“Kami sudah mengajukan perbaikan ke Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang.Saat ini masih dalam tahap proses.Mudah-mudahkan tahun ini bisa terealisasi, ” terang Eko Sabtu (4/1/2020) siang. (sur/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Berita

Hujan Deras, Ruang Kelas dan Kantin MTsN Malang 4 Sumawe Terendam

Diterbitkan

||

Genangan Air di MTsN Malang. (sur)
Genangan Air di MTsN Malang. (sur)

Memontum Malang – Akibat hujan deras mengguyur wilayah Malang Selatan Rabu (1/1/2020) siang, satu ruang belajar dan kantin di MTs Negeri 4 Malang Desa Harjokuncaran Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Kabupaten Malang terpendam air.

Kepala MTsN Malang 4,Drs.Ahmad Ali MM menjelaskan, hujan turun sejak pukul 14.00 hingga pukul 16.00, dengan genangan air terparah di ruang kelas VIII G dan kantin.

Drs Ahmad Ali MM Kepala MTsN Malang. (sur)

Drs Ahmad Ali MM Kepala MTsN Malang. (sur)

“Insaalah hari Sabtu besok, ruang kelas dan kantin itu sudah bisa digunakan kembali,” terang Ali Kamis (2/1/2020) siang.

Juga dijelaskan Ali, untuk kerusakan yang terjadi di lembaga yang terdiri 22 ruang kelas ini yaitu satu kaca jendela, pintu kantin, beberapa gelas dan piring sempat pecah, dengan total kerugian sekitar Rp 50 juta.

“Kami berharap kepada pemerintah Desa, Kecamatan dan Kabupaten Malang agar bisa membantu. Karena ini masalah kolektif,sehingga tahun depan sudah tidak terjadi banjir, ” ulasnya.

Kepala Sekolah asal Desa Putukrejo Gondanglegi ini menambahkan, banjir seperti ini tidak terjadi setiap tahun. Pada tahun 2018 lalu, tidak terjadi banjir. Banjir terjadi pada tahun 2017 lalu dengan kondisi yang hampir sama dengan saat ini.

Budi Suliono Camat Sumawe. (H Mansyur Usman/Memontum.Com)

Budi Suliono Camat Sumawe. (H Mansyur Usman/Memontum.Com)

“Penyebab banjir, karena luapan air bah dari warga yang masuk ke halaman sekolah. Pasalnya, keberadaan sekolah lebih rendah dibanding permukiman warga.Air
tidak bisa keluar, lantaran saluran pembuangan air terbatas dan buntu,”ujarnya.

Disinggung,mengenai proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), menurut Ali tidak berdampak dan tetap berjalan lancar.”Untuk kelas VIII G kami ungsikan di Laboraturium Ipa, ” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Camat Sumbermanjing Wetan (Sumawe) Budi Suliono menjelaskan, beberapa upaya yang harus dilakukan untuk mengatasi banjir yang terjadi hampir setiap tahun ini, pertama yakni melakukan pembersihan.Selanjutnya juga Kepala Sekolah harus mengajukan bantuan pembangunan tembok.

“Kemudian dari pihak Pemerintahan Desa Harjokuncaran juga akan mengajukan pembangunan saluran Irigasi, termasuk gorong-gorong, agar luapan air ini bisa teratasi, ” terangnya.

Dari pantauan langsung di lokasi Kamis (2/1/2019) siang, hingga menjelang tengah hari,air masih merendam lapangan basket dan Gazebo di sekolah setempat. Hal itu terjadi karena saluran air di belakang sekolah meluap hingga 2,5 m.

Luapan air itu berasal dari saluran yang berada di belakang sekolah dan tidak mampu mengalir dengan lancar akibat tersumbat sampah penduduk. Apalagi, ukuran saluran air sangat kecil.Meski tergenang air, namun proses KBM di hari pertama masuk sekolah ini tetap berjalan normal. (sur/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler