Connect with us

Kabar Desa

Donomulyo Segera Usulkan Pembangunan Sumur Bor, Atasi Kekurangan Air 3 Desa

Diterbitkan

||

Darianto S.Sos Camat Donomulyo. (sur)
Darianto S.Sos Camat Donomulyo. (sur)

Memontum Malang – Kemarau panjang tahun ini membuat beberapa desa di wilayah Kabupaten Malang kekurangan air bersih.Seperti halnya Desa Sumberoto, Purwodadi, Kedungsalam dan Desa Banjarejo Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang.

Darianto SSos Camat Donomulyo mengatakan,guna mengatasi permasalahan tersebut, tahun 2020 mendatang pihaknya akan mengajukan pembangunan sumur bor ke Kementrian ESDEM.

Dropping air bersih di salah satu desa wilayah Kecamatan Donomulyo. (Sur)

Dropping air bersih di salah satu desa wilayah Kecamatan Donomulyo. (Sur)

“Untuk mengatasi kekurangan air tersebut,kami sudah koordinasi dengan para Kades dan perangkat di sejumlah dusun yang mengalami kesulitan air bersih. Selanjutnya, kami tindak lanjuti ke Pemkab Malag. Beberapa desa juga sudah dapat bantuan air bersih.Selain dari Pemkab Malang, Polsek Donomulyo juga dari satuan Radar 221 Ngliyep, ” terang Darianto beberapa waktu lalu.

Guna mengatasi kekurangan air tahun berikutnya, Darianto juga akan mengajukan pembangunan sumur bor, khususnya di tiga desa yang saat ini dilanda kekeringan.

“Untuk Desa Purwodadi saat ini sudah dapat bantuan sumur bor dari Kementrian ESDEM. Tinggal 3 desa yang harus ada penanganan khusus, ” ulas Darianto. (Sur/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Desa

Kades Se-Kecamatan Turen Gelar Pertemuan di Sananrejo, Bahas Permasalahan Desa

Diterbitkan

||

Kepala Desa dan Lurah Wilayah Kecamatan Turen Foto bersama Trisulawanto Camat Turen. (sur)
Kepala Desa dan Lurah Wilayah Kecamatan Turen Foto bersama Trisulawanto Camat Turen. (sur)

Memontum Malang – Bertempat di kediaman Hj Erna Yustining, Kepala Desa Sananrejo, seluruh Kades wilayah Kecamatan Turen menggelar pertemuan rutin, Kamis (5/12/2019) kemarin.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Muspika Turen ini membahas tentang kewilayahan, termasuk jika terjadi permasalahan antar desa. Salah satu tujuan dalam pertemuan ini, guna mempercepat koordinasi, informasi dan evaluasi atas kegiatan pemerintahan desa.

Dengan demikian, melalui wadah paguyuban ini, segala permasalahan yang menyangkut tugas dan tanggung jawab kades bisa dipecahkan bersama.

Riyanto Kepala Desa Tawang Rejeni sekaligus Ketua Paguyuban Kepala Desa wilayah Kecamatan Turen menjelaskan,yang terpenting dalam pertemuan rutin setiap bulan ini membahas tentang kewilayahan,termasuk jika terjadi satu permasalahan warga antar desa yang bisa dipecahkan dalam forum musyawarah.

“Misalkan terjadi permasalahan internal antar warga desa, jika itu ternyata masih bisa diselesaikan, ya kita rembuk bersama agar tidak mencuat dipermukaan, ” terang Riyanto ditemui sebelum berlangsungnya acara.

Dan yang terpenting, tambah Riyanto, mengenai kegotong royongan. “Misalkan program kerja bakti antar desa, jika itu selalu dikoordinasikan, pelaksanaannya akan berjalan dengan maksimal. Seperti masalah saluran irigasi antar desa, itu tidak mungkin ditangani sendiri,tetapi antar desa satu dengan yang lain harus saling terkait, ” ulas Riyanto.

Adapun dalam forum yang melibatkan 15 Kepala Desa dan 2 Kelurahan wilayah Kecamatan Turen kali ini membahas tentang rencana mutasi Kapolsek Turen, salah satu unsur Muspika yang dirasa sudah mengabdi di wilayah setempat.

“Sebagai rasa terima kasih atas pengabdian Kapolsek, kami bersama Kepala Desa yang lain ingin memberikan semacam tali asih.Dan itu sudah menjadi tradisi para Kepala Desa wilayah Kecamatan Turen, baik untuk Camat maupun Danramil, semua kita perlakukan sama, ” pungkas Riyanto mengakhiri wawancara. (sur/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Desa

2 Tahun Jembatan Sidoasri Sumawe Rusak Berat, Dimana Perhatian Pemerintah?

Diterbitkan

||

Jembatan Rusak Desa Sidoasri. (Sur)
Jembatan Rusak Desa Sidoasri. (Sur)

Memontum Malang – Akibat rusaknya jembatan ‘Mbok Ger’ sejak tahun 2016 lalu di Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang, membuat akses menuju pantai perawan dan kawasan pertanian di desa setempat terhambat

Kepala Desa Sidoasri Andiek Ismanto menjelaskan, akibat rusaknya jembatan sepanjang 12 m dengan lebar 4 m ini, selain berdampak bagi pengguna jalan menuju pantai perawan juga bagi masyarakat kawasan pertanian di desa berpenduduk 5100 jiwa ini.

Andiek Ismanto Kepala Desa Sidoasri. (sur)

Andiek Ismanto Kepala Desa Sidoasri. (sur)

“Untuk sementara waktu memang masih bisa dilewati, namun kondisinya agak membahayakan. Kami juga sudah layangkan proposal untuk dana perbaikan ke Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. Namun, hingga kini belum juga terealisasi, ” terang Andiek Ismanto didampingi Sumarmo Adi Sekdes Sidoasri Rabu (4/12/2019) siang.

Selain meminta perhatian dari PU Bina Marga, Kades juga berharap agar pelebaran jalan sepanjang 1,5 km menuju kantor Kecamatan Sumawe ini dilakukan.

Menurutnya, dengan kondisi jalan yang sempit saat ini, untuk jenis kendaraan roda 4 tidak bisa berpapasan.

“Kita berharap adanya pelebaran jalan. Selain itu akses perekonomian warga menuju Kota Dampit juga merupakan jalan poros menuju Kecamatan Sumawe.Dan yang terjadi saat ini, jika berpapasan antar kendaraan roda 4, salah satu harus mengalah dan itu sangat berbahaya. Apalagi dengan kondisi jalan yang sangat terjal, ” ulas Andiek.

Di sisi lain, Desa Sidoasri, sebelumnya merupakan pedukuhan dari Desa Tambakasri yang kemudian mengalami pemekaran Desa pada tanggal 14 Agustus 2007 silam.Desa dengan baku pajak sebesar Rp 156 juta ini ternyata juga pemecah prestasi.

Betapa tidak, desa yang terletak di dataran rendah sekitar 0-100 meter ini juga potensi dengan tanaman kopi.Luas areal tanaman kopi di desa yang hanya terdiri dari 2 pedukuhan ini hingga mencapai 1000 hektar.

Dengan produk unggulan kopi tersebut,Desa Sidoasri masuk juara 1 dalam festival wedang kopi antar GKJW se-Jawa Timur di Mojowarno Jombang beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, Desa Sidoasri juga pernah meraih juara ketiga pada kategori B melalui program Pengembangan Ekowisata Bahari yang berlangsung di Ijen Suites Malang dalam acara pelaksana program pengabdian dosen kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UB Malang sebulan lalu. (sur/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Desa

Unira Malang Bentuk Desa Berdikari, Bersinergi dengan Kemendes RI

Diterbitkan

||

Proyek sinergi Unira Malang dan Kemendes RI di Palaan Ngajum. (ist)
Proyek sinergi Unira Malang dan Kemendes RI di Palaan Ngajum. (ist)

Memontum Malang – Guna membentuk desa berdikari secara pangan, ekonomi, energi, kapitasi pendapatan dan kehidupan sosial, Universitas Raden Rahmat Kepanjen Kabupaten Malang bersinergi dengan Kemendes RI membentuk desa Mandiri di Palaan Kecamatan Ngajum.

Hal itu seperti disampaikan Rektor UNIRA Malang Dr Hasan Abadi MAP dalam sambutan acara sinergi Tripartit UNIRA Malang, Kemendes RI, dan Pemdes Palaan Ngajum Kabupaten Malang, Senin (2/12/2019) kemarin.

“Kami terpanggil menjalankan tri dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat, menjalin sinergi dengan Kemendes RI dan Pemdes membangun desa Mandiri,” tegas Hasan Abadi.

Dijelaskan Hasan Abadi menjelaskan, UNIRA Malang berkolaborasi dengan Kemendes RI, dan Pemdes Palaan Ngajum menjalankan proyek kemandirian desa. Proyek senilai Rp 1,4 M lebih dari Kemendes RI ini, fokus dalam penggarapan pengembangan tanaman buah Nanas.

Proyek prestisius ini terdiri dari beberapa jenis proyek cabang, yaitu penelitian varietas Nanas, pembangunan museum Nanas, cafe Nanas, dan tempat bermain bertema Nanas.

Adapun tujuan proyek adalah melakukan penelitian dan riset menemukan varietas unggulan Nanas, agar menjadi ikon baru kebanggan Desa Palaan Ngajum Kabupaten Malang.

Tujuan lain adalah menjalankan riset guna menemukan varietas Nanas yang unggul dan cepat dipanen.

Adapun keunggulan yang dimaksud meliputi : memiliki berat lebih dibanding jenis biasa, harum, berasa manis dan masa panen yang pendek.

“Disini ada Nanas dengan berat mencapai 2 kilogram, namun sayangnya masa panen panjang selama 8 bulan. Nah, Kami ingin agar selain unggul juga cepat menghasilkan,” tandas Hasan.

Guna melakukan riset, UNIRA Malang menerjunkan puluhan dosen dan peneliti untuk melahirkan varietas Nanas yang unggul dan berkualitas plus.

Terkait proyek ini pihak pemdes Palaan memberikan support berupa penyediaan lahan untuk cafe Nanas 3.500 M2 yaitu lahan yang berdekatan dengan Kampus Unira Malang, serta 5 HA untuk penanaman Nanas.

“Selama ini Desa Palaan menjadi desa binaan kami. Diharapkan LPM Unira Malang bersama Kemendes RI, pemdes dan warga, bisa menjadikan desa ini mandiri dalam hal ekonomi, pangan, energi, kapitasi pendapatan dan kehidupan sosial yang harmonis,” papar pria yang juga Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang tersebut.

Terlepas dari itu,Hasan juga berharap, proyek berhasil agar bisa direplikasi, duplikasi dan di adaptasi oleh pemerintahan Jokowi agar bisa diterapkan di desa lain di Indonesia.

“Doakan proyek ini bisa sukses, karena kami berniat menjariyahkan ide dan desain proyek untuk dijajagi diterapkan di desa lain oleh presiden Jokowi,” urai Hasan Abadi. (Sur/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler