Connect with us

Berita

Hujan Pertama, Ruang Rawat Inap dan Kamar Mandi Puskesmas Harjokuncaran Ambruk

Diterbitkan

||

Kondisi Bagian Belakang Puskesmas Harjokuncaran. (sur)
Kondisi Bagian Belakang Puskesmas Harjokuncaran. (sur)

Memontum Malang – Hujan pertama turun belum maksimal, tiba-tiba 2 ruang rawat inap pasien dan satu kamar mandi Puskesmas Desa Harjokuncaran Kecamatan Sumbermanjing Wetan (Sumawe) tiba-tiba ambruk, Sabtu (2/11/2019) siang lalu.

Diduga kontruksi bangunan itu kurang kokoh sehingga mengalami kerapuhan dan rusak. Akibatnya, pelayanan sempat terbengkalai dan sejumlah pasien dirujuk ke Puskesmas Turen.

Mahrus Ali Komisi 3 DPRD Kabupaten Malang. (Sur)

Mahrus Ali Komisi 3 DPRD Kabupaten Malang. (Sur)

Warga di sekitar menjelaskan, gedung Puskesmas itu baru direnovasi sekitar 2 tahun lalu.

“Mungkin karena kontruksi bangunan dibuat asal-asalan, sehingga ruang rawat inap dan kamar mandi itu runtuh. Padahal, hujan kemarin baru gerimis. Misalkan itu banjir, wajar terjadi, karena tanah di kawasan itu memang labil, ” ungkap seorang warga, Selasa (5/11/2019) siang.

Sementara itu, Arif Sujono Kepala Desa Harjokuncaran membenarkan kejadian tersebut.

Dikatakan Arif, akibat ambruknya teras bagian belakang ruang rawat inap pasien dan kamar mandi, pelayanan di Puskesmas Harjokuncaran sempat terbengkalai.

“Untuk sementara waktu, ruangan itu dikosongkan. Kami berharap, agar pemerintah segera menindak lanjuti. Paling tidak membantu renovasi. Karena itu menyangkut sarana pelayanan umum, ” pinta Arif.

Terpisah, H Mahrus Ali komisi 3 bagian pembangunan DPRD Kabupaten Malang meminta, dengan kejadian ini pemerintah atau dinas terkait harus bertindak tegas terhadap pemborong atau kontraktor pelaksana pekerjaan.

“Masak baru dibangun 2 tahun sudah ambruk. Mungkin pembangunan itu tidak sesuai aspek yang ada, ” ujar wakil rakyat putra daerah Kecamatan Sumawe ini, Selasa (5/11/2019) siang saat ditemui Memontum.com.

Tambah wakil rakyat yang akrab disapa Gus Mahrus ini, karena Puskesmas menjadi salah satu tempat pelayanan terhadap masyarakat yg paling vital.

“Saya berharap, dinas terkait segera turun lapangan untuk segera menindaklanjuti. Karena kalau terlambat ini juga tidak baik, karena pelayanan terhadap masyarakat bisa terbengkalai, ” ulas Gus Mahrus. (sur/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler