Connect with us

Pemerintahan

Para Pendamping PKH Harus Jaga Profesionalisme dan Integritas

Diterbitkan

||

Acara Bimtek dan Pemantapan SDM PKH. (sur)
Acara Bimtek dan Pemantapan SDM PKH. (sur)

Memontum Malang – Bupati Malang Drs HM Sanusi MM meminta, agar para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) harus menjaga profesionalisme dan integritas. Hal itu, agar PKH bisa tepat sasaran hingga berdampak pada berkurangnya angka kemiskinan.

“Melihat betapa pentingnya PKH, maka sangat dibutuhkan tenaga-tenaga yang profesional. Peran pendamping sebagai katalisator dan fasilitator yang terlibat langsung membantu memecahkan persoalan KPM dengan cara memberi motivasi, menjadi sumber pengetahuan,” urai Sanusi.

“Serta membangun konsensus bersama, dan membangkitkan kesadaran masyarakat serta interaksi antara pendamping PKH dengan lembaga-lembaga eksternal,” lanjut Sanusi, saat membuka kegiatan Bimbingan dan Pemantapan SDM PKH, Kamis (7/11/2019) siang.

Tambah Sanusi, pengentasan kemiskinan ini menjadi salah PR terbesar pemerintah, bukan hanya di daerah tapi juga pusat. Melihat kondisi itu, maka harus ada kerja keras dari semua pihak.

“Sebagaimana kita tahu, kemiskinan masih menjadi salah satu tantangan terbesar bagi proses pembangunan di negara kita. Penanggulangan kemiskinan senantiasa menjadi prioritas pembangunan nasional dan daerah,”ulasnya.

Lebih jauh,mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang menerangkan, PKH terus membawa dampak positif terhadap warga Kabupaten Malang dengan harapan nantinya para KPM dapat mandiri.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang, Nurhasyim mengungkapkan, jika pengetahuan dan ketrampilan para pendamping PKH memang perlu terus ditingkatkan.

“Hal itu untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas PKH dalam meningkatkan kinerja untuk pengentasan kemiskinan di Kabupaten Malang. Ada 277 orang pendamping PKH disini,” terang Nurhasyim.

Dari data Dinas Sosial Kabupaten Malang, ada sebanyak 95.384 keluarga penerima manfaat (KPM). Dengan banyaknya KPM tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang menilai pentingnya penguatan pendamping PKH. (Sur/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler