Connect with us

Kabar Desa

Bentuk BUMDes, Pacu PADesa, Upaya Kades Purwodadi Tirtoyudo Sejahterakan Warga

Diterbitkan

||

Marsi Kades Purwodadi. (sur)
Marsi Kades Purwodadi. (sur)

Memontum Malang – Dengan terbentuknya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Purwodadi Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang nanti menjadi angin segar bagi masyarakat. Karena, selain roda perekonomian di desa berpenduduk sekitar 6500 jiwa ini juga kian bergeliat dan Pendapatan Asli Desa (PADesa) pun akan tercapai secara maksimal.

Terlebih, jika sejumlah usaha yang dikelola BUMDes nantinya berjalan dengan sukes dan lancar. Kepala Desa Purwodadi, Marsi mengatakan, untuk rencana pembentukan BUMDes di desa dengan baku pajak kisaran Rp 62 juta ini akan dilaksanakan pada bulan Prebuari 2020 mendatang.

Pantai Wisata Lenggoksono. (Sur)

Pantai Wisata Lenggoksono. (Sur)

“Rencananya, Februari 2020 ini kami akan bentuk BUMDes. Selain mengelola unit usaha wisata juga air bersih dan penyediaan pupuk untuk pertanian, ” terang Marsi, Senin (20/1/2020) siang.

Ditambahkan Kades yang jabatannya baru masuk enam bulan ini, di Desa Purwodadi terdapat sejumlah obyek wisata, diantaranya pantai Wediawu, Bolu-Bolu dan Lenggoksono. Ketiga titik wisata ini populer dengan sebutan Bowele.

Disisi lain, mantan Kesra Desa Purwodadi ini juga menjelaskan mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa alias RPJMDes sudah ditetapkan dengan beberapa program pembangunan. Salah satunya adalah pembuatan jembatan akses menuju Banyu Anjlok.

Seperti diketahui, keberadaan pariwisata harus di dukung dengan adanya infrastruktur,fasilitas termasuk layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha dan pemerintah. Karena, pariwisata merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan manusia baik secara perorangan maupun kelompok.

Kegiatan tersebut menggunakan kemudahan, jasa dan faktor penunjang lainnya yang diadakan pemerintah dan atau masyarakat, agar dapat mewujudkan keinginan wisatawan.

Sekilas tentang Desa Purwodadi, Sebelum menjadi sebuah desa, kawasan ini lebih dikenal sebagai Hutan Lenggoksono dan Hutan Wediawu. Pada tahun 1945, kawasan ini dijadikan tempat pengungsian masyarakat dari Kabupaten Lumajang.

Pada saat itu, salah satu tokoh pengungsi mengajukan permohonan kepada Kepala Desa Pujiharjo untuk membuka pengadaan lahan tanah garapan bagi warga yang belum memiliki lahan, Namun tidak disetujui dan diputuskan untuk bergabung dengan Desa Sumber Tangkil.

Kemudian pada Tahun 1948, warga mengajukan permohonan ulang yang bertujuan untuk memberi papan dan pangan untuk rakyat yang memerlukan. Membuat basis perang gerilya. Membuat lumbung pangan untuk perang gerilya. Membuat daerah pengintai terhadap lawan dari selatan.

Atas dasar usulan tersebut akhirnya mendapat tanggapan dan persetujuan yang positif dari Kepala Kehutanan yang berkedudukan di Kepanjen,sehingga pada tanggal 18 Agustus 1948 dimulailah pembukaan hutan yang dipimpin Mintardjo, Ratiman dan Sidi untuk dijadikan lahan baru.

Dengan adanya perkembangan situasi dari hasil peninjauan Armanu, asisten wedono dan Mayor Abdul Kahar sebagai Odm setempat yang didamping pamong Desa Sumber Tangkil, maka lahan baru tersebut dipersiapkan menjadi Dusun baru yaitu Dusun Lenggoksono dan Dusun Wediawu, Desa SumberTangkil.

Selanjutnya, tahun 1980 Dusun Lenggoksono dan Dusun Wediawu diusulkan pecahan desa tepatnya tanggal 12 Januari 1982. (Sur/oso)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Desa

Mencari Perangkat Berintergritas Putukrejo Gondanglegi, 7 Calon Perangkat Jalani Fit And Proper Test

Diterbitkan

||

Mencari Perangkat Berintergritas Putukrejo Gondanglegi, 7 Calon Perangkat Jalani Fit And Proper Test
Proses Fit And Proper tes Calon Perangkat Desa Putukrejo. (Sur)

Memontum Malang – Guna mendapatkan sosok perangkat yang berintegritas, Pemerintah Desa (Pemdes) Putukrejo Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang menggelar fit proper tes yang diikuti 7 orang, Rabu (19/2/2020) kemarin.

Sekretaris Panitia Rekrutmen pemilihan perangkat desa Putukrejo Syamsuni mengatakan, dalam penjaringan perangkat desa kali ini diikuti oleh 7 orang.

“Kami ingin mencari perangkat desa yang berintegritas. Ada sebanyak 7 peserta mengikuti fit and proper test bertempat di Kecamatan Gondanglegi. Nanti dari 7 peserta akan disaring hingga terpilih 4 orang,” tegas Syamsuni.

Seperti diketahui, sebagai implementasi Peraturan Bupati Malang nomer 81 tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa di Kecamatan Gondanglegi dilakukan rekrutmen perangkat desa.

Untuk periode tahun ini Kecamatan Gondanglegi ada dua desa yang menjalankan rekrutmen. Yaitu Desa Putukrejo dan Sukorejo.
Ditambahkannya, 7 peserta tersebut adalah M Nizar Zlulmi, Lailatul Rahm, Saiful Anam, Hadier Ali, Zainul Ulum, Sufiani Nur Afidah, dan Ludfi Afandi.

“Materi yang diujikan dalam fit and proper test meliputi tes tulis berupa wawasan secara umum, dan tentang pemerintahan desa, ” ulasnya.

Adapun untuk tes wawancara dilakukan oleh Muspika Kecamatan Gondanglegi yang terdiri dari Camat, dan Danramil.

Disisi lain,Syamsuni menjelaskan,peserta juga mengikuti tes berupa pidato (public speaking), dan tes penguasaan komputer.

“Untuk penguasaan komputer meliputi tes program MS Word (membuat surat untuk kedinasan desa) dan Excel (tentang rumus-rumus dan penjualan), ” sambungnya.

Akhirnya, Syamsuni memaparkan, sebagian hasil tes sudah diumumkan semisal tes tulis dan tes komputer pada siang hari.Sedang untuk hasil tes pidato (public speaking) akan diumumkan tiga hari lagi.

Dalam rekrutmen Calon Perangkat Desa kali ini peserta akan mengisi empat jabatan yaitu kaur keuangan, Kasun Utara, Kasun selatan dan Kasi pemerintahan.

“Kami melakukan ini secara terbuka dan transparan serta berharap bisa menjaring perangkat desa yang berintegritas,”pungkasnya. (Sur/tim)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Desa

Upaya Pemdes Jambuwer Kromengan, Dukung Pendapatan Petani Kopi Merah Lewat DD

Diterbitkan

||

Upaya Pemdes Jambuwer Kromengan, Dukung Pendapatan Petani Kopi Merah Lewat DD
Tuwuhadi Kades Jambuwer Kecamatan Kromengan. (Sur)

Memontum MalangPemerintahan Desa (Pemdes) Jambuwer Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang, berupaya membantu gabungan kelompok petani (Gapoktan) kopi merah di desa, yakni melalui bantuan Dana Desa (DD).

“Kami berkomitmen membantu meningkatkan penghasilan petani kopi merah dengan mengalokasikan bantuan lewat Dana Desa,” terang Kades Jambuwer Tuwuhadi Senin (17/2/2020) siang.

Dikatakannya, salah satu potensi yang menonjol saat ini adalah komoditi kopi merah yang dikelola warga desa.

Diakui, pihaknya sudah berupaya memfasilitasi dengan memback up lewat kegiatan pelatihan. Hal itu dilakukan untuk memaksimalkan usaha dari dana desa,termasuk mengarahkan kepada usaha bantuan lewat dinas terkait.

“Selaku Pemdes, kami telah mengalokasikan bantuan yang tercantum dalam APBDES lewat dua kegiatan program dari dana desa,”ulasnya.

Kades juga mengungkapkan, program bantuan pertama adalah bantuan lewat pembangunan (pendirian) tempat pengolahan kopi pasca panen.

Kedua, adalah bantuan pembuatan kedai kopi yang baru dibangun dan belum ditempati.

Terlepas dari itu, pihaknya juga telah mengalokasikan Dana Desa(DD) sekitar Rp 200 juta.Dana sebesar itu untuk bantuan kepada petani kopi merah di desa setempat.

“Alhamdulilah, bantuan tersebut disambut positif petani kopi disini. Diharapkan dengan bantuan itu bisa meningkatkan nilai tambah ekonomi petani kopi,” pungkasnya. (Sur/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Kabar Desa

Perangkat Desa Karangkates Dilantik, Optimis Wujudkan Desa Mandiri

Diterbitkan

||

Prosesi pelantikan perangkat Desa Karangkates. (Sur)
Prosesi pelantikan perangkat Desa Karangkates. (Sur)

Malang, Memontum – Dengan dilantiknya perangkat di Desa Karangkates Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang diharapkan optimis dalam mewujudkan diri sebagai Desa Mandiri.

Hal itu seperti diungkapkan Kepala Desa Karangkates Sujono Rabu (12/2/2020) siang lalu.

“Yang jelas dengan dilantiknya perangkat desa Karangkates yang baru ini diharapkan menjadi lokomotif sehingga bisa mewujudkan sebagai desa mandiri,” tegas Sujono.

Seperti diketahui, sebanyak 4 perangkat desa baru dilantik, masing-masing, Puji Hartono sebagai sekdes, Safitri sebagai kaur umum dan tata usaha, April Suprayogi sebagai kasi kesra, dan Farid Junaedi sebagai kaur pertanahan.

Dikatakannya, ia bangga karena perangkat desa saat ini didominasi sosok muda dengan pemikiran cemerlang yang potensial untuk merealisasikan menjadi desa swadaya.

Terlepas dari itu Sujono juga
meminta secara personal perangkat desa memaparkan ide-ide baru untuk disumbangkan guna pengembangan dan pembangunan Desa Karangkates.

Masih kata Sujono, pihaknya fokus mengkonsolidasikan kerja perangkat desa untuk memaksimalkan sektor pariwisata.

“Alhamdulilah,kami ada penjajagan kerjasama dengan PT Jasa Tirta mengelola wahana air. Rencana ini akan dimatangkan dan kami akan mengelola salah satu lokasi, di bendungan Lahor atau Sutami,” urainya.

Selain potensi wisata wahana air, Desa Karangkates juga akan menjajagi pengoptimalan potensi wisata edukasi pertanian.Wisata tersebut direncanakan menggunakan tanah kas desa setempat.

“Kesimpulannya dengan adanya perangkat desa yang bar, kami optimis dan bersemangat untuk bisa menopang dan meningkatkan perekonomian warga,” ulasnya.

Sementara itu, perangkat desa baru (Sekretaris Desa / Sekdes) Puji Hartono mengatakan, dirinya sebelumnya menjabat sebagai kepala urusan (kaur) pertanahan, dan sekarang menduduki posisi sekdes.

Dia berharap bisa mengemban visi misi kades menciptakan tata kelola pemerintahan desa yang bebas KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme), mampu menjalankan inovasi dan pelayanan baik kepada warga.

Juga diungkapkannya, bersama perangkat desa lainnya dirinya berharap bisa meningkatkan kesejahteraan warga dengan usaha ekonomi kreatif.

Selain itu juga akan memaksimalkan potensi dan kinerja BUMDES dalam upaya menciptakan lapangan kerja bagi pemuda yang tergabung dalam Pokdarwis (kelompok sadar wisata).

“Kami bersyukur diberi peluang untuk menggarap wisata taman laut bersinergi dengan PT Jasa Tirta. Semoga adanya proyek ini bisa menambah penghasilan warga,” pungkasnya. (Sur/tim)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler