Connect with us

Pemerintahan

Warga Druju Setuju, Pengelolaan Tanah Bengkok Diambil Alih Pemkab Malang

Diterbitkan

||

Areal Tanah Bengkok Desa Druju. (tim)
Areal Tanah Bengkok Desa Druju. (tim)

Memontum Malang – Pasca pemberhentian sementara Kepala Desa Druju Mujiono Jumat (17/1/2020) lalu, warga setuju jika pengelolaan tanah bengkok Kepala Desa dan tanah kas desa diambil alih langsung Pemkab Malang.

Toh, misalkan dalam aturan, tanah bengkok itu memang tidak bisa ditarik untuk aset pemerintah, tetapi bagaimana implementasinya, mungkin dari pihak Pemkab Malang bisa membahas Perda yang mengatur hal tersebut.

Lahan itu bisa diserahkan kembali ke Desa,setelah terbit putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) terkait
Persidangan kasus penyalahgunaan anggaran dana desa (ADD) tahun 2013-2014 di PN Tipikor Surabaya beberapa bulan lalu.

Permintaan itupun dilakukan bukan tanpa alasan. Salah satunya, seperti pendapatan panen tebu dari tanah kas desa yang harusnya untuk mendanai pembangunan infrastruktur atau keperluan lain didesa, namun selama ini justru tak pernah terwujud.

“Untuk pendapatan panen tebu dari tanah kas desa itu bisa tembus diangka Rp 240 juta/tahun. Dalam hal ini justru tidak pernah terwujud. Belum lagi dari hasil penyewaan jalan setapak dikawasan tanah kas desa selama 20 tahun sebesar Rp 600 juta,” beber seorang warga yang ingin namanya disamarkan, atau sebut saja Masdra, Rabu (22/1/2020) siang.

Dikatakannya, permasalahan ini sebenarnya sudah pernah dilaporkan ke Bupati, namun warga sedikit kecewa, pasalnya, jawaban dari inspektorat, itu hal yang biasa. Begitu halnya dengan laporan dugaan penyelewengan ADD tahun 2015-2018 ke Polres Malang. Dalam hal ini polisi belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap tertuduh, sebelum adanya audit dari Inspektorat.

Disisi lain, Masdra juga menjelaskan, luas keseluruhan tanah ganjaran di Desa Druju sekitar 35 hektare, dengan rincian, 7 hektar untuk ganjaran Kades, sedangkan 6 hektare tanah kas desa dan sisanya ganjaran para perangkat selama aktif menjabat di desa.

“Saat ini tanah ganjaran itu dibuat jaminan hutang-piutang untuk pendanaan Pilkades 6 bulan lalu. Karenanya, meski Mujiono calon incumbent waktu itu posisi dalam tahanan, karena besarnya dana partisipasi, mereka bisa menang telak, ” ulasnya.

Sebelumnya, Drs Suwadji SIP MSi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat(DPMD) Kabupaten Malang membenarkan adanya pemberhentian sementara Mujiono sebagai Kades Druju.

Disinggung terkait berapa lama pemberhentian itu harus dilakukan?Dalam hal ini mantan Kabag Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Malang ini belum bisa memastikan sampai kapan pemberhentian itu harus dilakukan. Namun Suwadji meminta, proses hukum itu harus ia lalui, bagaimana Keputusan PN nanti.

Hal senada juga diungkapkan Budi Suliono Camat Sumbermanjing Wetan (Sumawe). Budi juga membenarkan bahwa pemberhentian sementara Kades Druju sudah sesuai prosedur.

“Sebagai PJ Kades Druju adalah Bambang Budi R, dari staf kantor Kecamatan Sumawe. Alhamdulilah, hingga saat ini Desa Druju tetap aman dan kondusif,” tandas Budi singkat. (tim)

 

Advertisement
klik untuk berkomentar

Tuliskan Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemerintahan

PMI Asal Malang Butuh Bantuan Masker

Diterbitkan

||

Para PMI Asal Malang di Taiwan. (Ist)
Para PMI Asal Malang di Taiwan. (Ist)

Memontum Malang – Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri asal dari Kabupaten Malang membutuhkan bantuan masker secepatnya. Hal itu ditegaskan salah satu pekerja migran di Taiwan, Agus Arifin.

Agus Arifin adalah TKI asal Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang meminta agar pemerintah segera mengirimkan bantuan berupa masker.

“Penjualan masker oleh toko dan apotek-apotek di sana (Taiwan) sangat dibatasi, itupun sering tidak tersedia barangnya. Masalahnya, disamping alasan medis (virus corona), warga yang keluar rumah tanpa memakai masker akan kena denda oleh pemerintah setempat dengan nilai yang sangat besar, NT$ 15.000. Atau kalau dirupiahkan dendanya mencapai Rp 6.795.000,” terang Agus melalui sambungan WhatsApp Senin (24/2/2020) siang.

Pria yang sudah tinggal di Taiwan selama 8 tahun itu juga menjelaskan, bahwa bantuan yang datang dari pihak kedutaan Indonesia juga ada, tapi pembagiannya semrawut, tidak jelas dan sangat sedikit.

“Sementara warga di luar Malang seperti warga Blitar, Tulungagung, Jember dan lainnya sudah mendapatkan kiriman masker dari pemdanya masing-masing,” ujar Agus.

Ditambahkannya, warga Kabupaten Malang yang di Taiwan totalnya ada sekitar 1000 orang.”Kami sangat butuh bantuan masker. Jika tidak ada masker, kami tidak bisa berangkat kerja. Disamping alasan medis, kami akan kena denda dengan jumlah yang banyak,” papar Agus, karyawan pabrik baut yang kini tinggal di Kawasan Kaohsiung city, Taiwan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang menyerahkan sumbangan secara simbolis sebanyak 5000 masker kepada Dina Nuriyati dan Jiati Ningsih perwakilan SBMI Malang.

“Masker ini merupakan bantuan dari Dinkes, RSUD Lawang dan RSUD Kanjuruhan. Disnaker bersurat kepada mereka dan mendapatkan bantuan masker ini. Hal ini merupakan wujud kepedulian Pemkab Malang terhadap keselamatan saudara-saudara kita yang saat ini tengah berjuang di negeri orang,” kata Yoyok Wardoyo Kadisnaker Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.

Tambah Yoyok, sumbangan ini ditujukan untuk buruh migran Indonesia di Hongkong yang saat ini terancam virus corona.

“Masker ini merupakan bantuan dari Dinkes, RSUD Lawang dan RSUD Kanjuruhan. Disnaker bersurat kepada mereka dan mendapatkan bantuan masker ini. Hal ini merupakan wujud kepedulian Pemkab Malang terhadap keselamatan saudara-saudara kita yang saat ini tengah berjuang di negeri orang,” tandas Yoyok. (Sur/tim)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Gema Desa di Singosari, Disnaker Beri Beauty Class dan Bazar Murah

Diterbitkan

||

Bupati Malang Drs HM Sanusi MM Bersama Rombongan saat meninjau stand Disnaker. (ist)
Bupati Malang Drs HM Sanusi MM Bersama Rombongan saat meninjau stand Disnaker. (ist)

Memontum Malang – Disetiap acara Gema Desa,Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang selalu tampil menghadirkan kegiatan baru. Seperti halnya dalam giat Gema Desa di Singosari Kamis (20/2/2020) siang.

Disnaker Kabupaten Malang menggelar beauty class dan bazar sembako murah.Untuk beauty class, bekerja sama dengan brand make up yang namanya dikenal luas,yaitu Make Over.

Foto Bersama (Ist)

Foto Bersama (Ist)

Sementara untuk bazar sembako murah, Disnaker bekerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya (Tbk) atau yang biasa dikenal dengan nama Alfamart ini menawarkan paket kebutuhan pokok yang dibanderol dengan harga Rp 50 ribu per paket. Isinya komplit. Termasuk di dalamnya gula, minyak dan beberapa kebutuhan pokok lainnya.

Sekedar diketahui,beauty class yang dipandu langsung oleh dua beauty promotor, Desya Dwi Cahyaningsih dan Cloudia Putri Sekarsari ini diikuti oleh sekitar 20 peserta. Mereka berasal dari ibu rumah tangga, mahasiswa dan lulusan SMA/sederajat.

“Sebelum menggunakan make up, bersihkan dulu wajah menggunakan micelar water. Karena biasanya hasil make up itu bukan karena produknya kurang bagus. Tapi karena wajah kita yang kurang bersih. Jadi harus dibersihkan terlebih dahulu,” kata Desya yang akrab disapa Sasa itu.

Para peserta tampak serius menyimak materi dan live show yang dibawakan oleh Make Over. Mereka langsung praktik di bawah arahan dari ahlinya.

Salah satu peserta, Rinda menjelaskan, kegiatan yang diberikan oleh Disnaker ini sangat bermanfaat. Menurutnya bisa menjadi bekal bagi peserta yang ingin membuka lapangan usaha sebagai make up artist.

“Jadi tahu bagaimana make up yang benar. Bermanfaat sekali,” katanya.

Ketika meninjau stand Disnaker, Bupati Malang, Drs HM Sanusi MM beserta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah Sanusi,jugq didampingi Ketua DPRD Kabupaten Malang, Drs Didik Gatot Subroto dan istrinya.

Sanusi berharap, di koperasi Desa Tunjungtirto tersebut, juga dibuka salon yang memanfaatkan skill dari warga desa. Sehingga harapannya, dapat memberikan lapangan pekerjaan baru bagi warga.

“Kalau dibuka salon di sini juga bagus. Warganya sudah belajar merias, jadi manfaatkan. Ini tugas Bu Kades untuk mewujudkan,” katanya.

Sementara itu,Kadisnaker, Drs Yoyok Wardoyo MM menjelaskan, kegiatan yang digelar Disnaker dan bekerja sama dengan Alfamart serta Make Over ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Memberikan sembako murah adalah bukti hadirnya pemerintah dan perusahaan dalam membantu menyediakan kebutuhan warga dengan harga terjangkau.

“Diharapkan, dengan pelatihan make up ini mampu memberikan kemampuan bagi warga. Sehingga warga bisa menggunakannya untuk membuka lapangan kerja,” katanya. (Sur/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Pemerintahan

Terima Tongkat Komando, AKBP Hendri Umar SIK MH Resmi Jabat Kapolres Malang

Diterbitkan

||

Terima Tongkat Komando, AKBP Hendri Umar SIK MH Resmi Jabat Kapolres Malang

Memontum Malang – Resmi, tongkat komando Kapolres Malang, dijabat AKBP Hendri Umar SIK MH terhitung hari ini. Kamis (20/2/2020) siang ini, Kapolda Jatim, Irjenpol Luki Hermawan Msi menyerahkan tongkat komando kepada AKBP Hendri Umar SIK MH.

Jumat (14/2/2020) lalu, tongkat diserahkan AKBP Yade Setiawan Ujung SH SIK Msi kepada Kapolda Jatim, Irjenpol Luki Hermawan Msi.

Pada sertijab sebelumnya, AKBP Hendri Umar S.IK, MH tidak berkesempatan hadir sehingga sertijab hanya dihadiri AKBP Yade Setiawan Ujung dan dilaksanakan penyerahan tongkat komando kepada Kapolda Jatim.

Sejak 3 Februari 2020, AKBP Yade Setiawan Ujung mengemban amanat sebagai Wakapolrestabes Bandung. Yade, lulusan AKPOL 2000 sarat pengalaman bidang reserse ini menjabat 3 tahun lebih Kapolres Malang dan menorehkan sejumlah prestasi.

AKBP Hendri Umar SIK, lulusan AKPOL 2002, PTIK 2009 dan SESPIMMEM 2016, sebelumnya menjabat Kasubbag Bungkol Spripim Polri. Di Jawa Timur, sederet jabatan pernah direngkuhnya.

Diantaranya, Kanit Idik V Satreskrim Polwiltabes Surabaya, Kanit Idik V Satreskrim Polrestabes Surabaya, Kanit III Turjawali Subdit Gasum Ditsabhara Polda Jawa Timur, Paur Subbag Renminops Bag Binops Roops Polda Jawa Timur, Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, dan Kanit III Subdit III Ditreskrimum Polda Jawa Timur.

Kamis siang, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Msi dan para pejabat utama Polda Jatim memberikan ucapan selamat kepada Kapolres Malang yang baru dalam mengemban tugas dan amanah. (tim/oso)

 

Lanjutkan Membaca

Terpopuler