Connect with us

Pemerintahan

Pandemi Covid-19, Kecelakaan Menurun 16%

Diterbitkan

||

Kasat Lantas Polres Malang, AKP Diyana Suci Listyawati SIK sosialiasi dan ingatkan pengendara agar taat rambu serta pemakaian masker di masa pandemi Covid-19. (Humas Polres Malang)
Kasat Lantas Polres Malang, AKP Diyana Suci Listyawati SIK sosialiasi dan ingatkan pengendara agar taat rambu serta pemakaian masker di masa pandemi Covid-19. (Humas Polres Malang)

Memontum Malang – Pandemi Covid-19 berdampak pula pada situasi jalan raya di Kabupaten Malang terutama terhadap kasus kecelakaan. Sejak Januari hingga Juli 2020, kasus Kecelakaan menurun sampai 16,3 %.

Disampaikan Kasat Lantas Polres Malang, AKP Diyana Suci Listyawati SIK, data kecelakaan yang ditangani sebanyak 380 kasus pada rentang 1 Januari 2020 – 24 Juli 2020 atau semester I (6 bulanan).

“Semester I, turun 16,3%. Tahun lalu, 2019 Januari – Juli, sebanyak 454 kasus. Tahun ini kami mencatat ada 380 kasus,” papar Diyana Suci Listyawati SIK dalam konfirmasi ponsel.

Sebanyak 380 kasus kecelakaan di jalan Kabupaten Malang itu secara umum, baik tabrakan mengakibatkan luka ringan, berat dan korban meninggal.

Secara umum, banyak titik rawan kecelakaan di wilayah Kabupaten Malang. Namun ada 3 black spot di wilayah selatan Kabupaten Malang. Black spot meliputi Jalan Raya Kebonagung dan Jalan Raya Genengan, Kecamatan Pakisaji. Satu lain di sepanjang Jalan Bulawang (baik mengarah ke Turen, Wajak dan Gondanglegi).

Sebanyak 380 kasus kecelakaan di jalan raya disebabkan sejumlah faktor. Paling sering, kecelakaan diakibatkan sarana prasarana yang tidak memadai atau kelayakan kendaraan. Pemicu utama tidak lain adalah faktor human error.

“Ada faktor sarana prasana dan faktor human error. Manusianya yang tidak disiplin, patuh rambu lalu lintas,” urai Agus Yulianto, mantan anggota Reskrim Polsek Dau. Dimaksudnya tidak disiplin, pengendara bermotor cenderung tidak waspada terhadap keselamatannya dan pemakai jalan lainnya.

Menurut Agus dari hasil penyidikan dan penyelidikan, faktor human error paling menonjol dibanding faktor lainnya.
“Untuk semester I ini, turun dampak Covid-19. Mungkin juga karena ada pembatasan beberapa saat lalu. Mudah-mudahan semester 2 mendatang turun,” ungkap Kanit Laka Lantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto.

Hal yang disampaikan Agus, pernah terjadi di wilayah Bululawang. Bocah pengendara sepeda motor berboncengan 4, sempat menabrak pohon usai turun ke sisi luar bahu jalan yang tidak merata. Akibat kecelakaan itu, jatuh korban meninggal.

Faktor human error juga pernah terjadi di Bululawang. Pada 23 Juni lalu, pengendara sepeda motor menyalip dari kiri sebuah truk. Kurang waspada dan jaga jarak, korban justru menabrak kiri bak truk sehingga terjatuh. Luka berat kepala, korban meninggal seketika.

Di sisi lain, upaya penekanan angka kecelakaan di jalan raya juga digiatkan Satuan Lalu Lintas Polres Malang. Salah satunya berkordinasi dan sosialisasi di PG Krebet Bululawang beberapa saat lalu. Sosialisasi tersebut untuk menjaga Kamseltibcarlantas Bululawang bersamaan masa giling tebu dan banyaknya truk tebu yang melintasi Bululawang.

Sementara itu, terkait penurunan angka kecelakaan di Kabupaten Malang juga dimiliki pihak lainnya terutama pelaksana evakuasi korban atau pertolongan pertama pada korban kecelakaan.

Data terpisah tidak jauh berbeda dimiliki PMI Kabupaten Malang. Berdasar data PMI Kabupaten Malang tentang penanganan evakuasi korban kecelakaan, sejak pandemi Covid-19, pihak PMI Kabupaten tidak terlalu sering menangani atau mengevakuasi korban kecelakaan.

“Sejak ada Covid-19, penanganan evakuasi korban kecelakaan berkurang. Ya masih ada rata-rata 1 – 2 per hari. Bila dulu, bisa dua sampai tiga kali lipat,” sebut Amirul Yasin, anggota PMI Kabupaten Malang di bidang pelayanan.

Kesibukan PMI Kabupaten Malang kini cenderung fokus pada penanganan sekitar Covid-19. Minggu (25/7/2020) siang, sejumlah anggota saling bantu, menyiapkan pikap nantinya difungsikan untuk penyemprotan disinfektan. (sos/tim)

 

Terpopuler