KREATIF MASYARAKAT
Dilema Penjual Cobek dan Alat Dapur di Dau Malang di Tengah Pandemi

Memontum Malang – Hidup di tengah pandemi Covid-19, sangat dirasa dampaknya oleh semua. Tidak terkecuali, penjual Cobek dan Alat dapur di Jalan Raya Jetis, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Penurunan omzet hingga terjun bebas, sangat di rasa oleh H. Rachmadi.
Ya, begitulah sedikit keluh kesah Rachmadi, pria yang merupakan penjual Cobek & Alat dapur sejak tahun 1995 yang berlokasi di Jalan Raya Jetis. Penurunan omzet yang dirasakannya, bisa sampai di angka 75 persen.
Baca juga:
- Tinjau Kondisi SDN 2 Pakisjajar, Bupati Malang Rencanakan Renovasi di 2027
- Putra Daerah Kabupaten Malang Masuk 5 Kandidat Wonderful Indonesia Awards 2026 Kategori Local Hero in Tourism
- Strategi Investasi Daerah, Bupati Malang Kunjungan Kerja ke Pemprov Lampung
- Kejari Malang Geledah Kantor Dinkes Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Ambulance Tahun 2022
- Tingkatkan Kualitas Pertanian, Pemkab Malang Penandatanganan Rencana Kerja Sama dengan Stichting Agriterra
Rachmadi menjelaskan, selama pengalamannya berjualan, atau sejak 1981 dirinya sudah memulai berjualan minyak tanah dan masuk awal tahun 1995 beralih usaha menjadi penjual cobek dan berbagai macam alat dapur, tahun Covid-19 menjadi tahun buruk bagi usahanya. Dirinya menjelaskan, selama dua tahun terakhir ini atau Covid-19, cukup berat baginya karena situasi pandemi yang tak kunjung usai.
“Saya sudah sejak 81 berjualan di sini, mas. Awalnya, saya jualan minyak tanah, tapi mulai tahun 95, saya sudah beralih jadi jualan Cobek dan alat dapur seperti ini. Dan saya rasa, dua tahun terakhir ini yang paling banyak rintangannya selama saya berjualan,” ujarnya kepada memontum.com, Rabu (29/09/2021).
Dirinya juga menjelaskan, pendapatan kesehariannya sebelum pandemi biasanya mencapai Rp 300 ratus sampai Rp 500 ribu. Namun di masa pandemi seperti ini, pendapatan perhari hanya mencapai Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Bahkan, sering juga dalam seharian tidak ada pengunjung yang datang di toko miliknya.
“Kalau biasanya, sebelum pandemi saya bisa dapat hingga Rp 500 ribu. Tapi sejak pandemi ini, sering malah gak ada pembeli sama sekali” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Rachmadi berharap, setelah pandemi akan ada kelipatan rezeki yang dirinya dapatkan. Dirinya juga menyampaikan, walaupun di masa sulit seperti ini, dirinya dan keluarga tetap yakin setelah kesulitan akan ada kemudahan yang diberikan Tuhan.
“Tetap yakin mas, saya memang dari awal sudah sabar saja. Karena memang ini cobaan kita bersama. Karena saya muslim, saya tetap yakin bahwa pasti setelah kesulitan ini akan ada kemudahan,” paparnya. (mg1/sit)

Kabupaten Malang4 mingguBupati Malang Jadi Orang Pertama Pendataan Sensus 2026
Kabupaten Malang2 mingguKolaborasi Pemkab Malang dan PT BSI Hadirkan Layanan Jasa Perbankan Berprinsip Syariah
Kabupaten Malang2 mingguPemkab Malang bersama Bank Tanah dan Kementrian ATR/BPN Gelar Sosialisasi Redistribusi Tanah
Kabupaten Malang3 mingguHadiri Travel Meet Asia 2026, Pemkab Malang Perkuat Promosi Destinasi Unggulan di Pasar Asia
Kabupaten Malang3 mingguDispendik Kabupaten Malang Dukung Gelaran Program Pancasila Goes to School BPIP
Kabupaten Malang3 mingguPemkab Malang Ajak Masyarakat Berperan Aktif Berantas Peredaran Rokok Ilegal
Kabupaten Malang2 mingguSekda Budiar Sebut Manfaat dan Keberhasilan Proyek Upland di Kabupaten Malang
Kabupaten Malang2 mingguRakor Perubahan RKP DBHCHT, Sekda Kabupaten Malang Tegaskan Manfaat untuk Masyarakat

















