KREATIF MASYARAKAT
Tetap Produktif di Tengah Pandemi, Mahasiswi ini Rajut Benang Menjadi Kerajinan Bernilai Ekonomis

Memontum Malang – Meskipun pandemi Covid-19 masih berlangsung dan membuat perekonomian masyarakat menurun, namun tidak membuat Kirana patah semangat. Mahasiswa UMM ini tetap berkreasi membuat produk yang bernilai ekonomis.
Yakni membuat berbagai macam kerajinan tangan yang terbuat dari rajutan benang. Mulai dari boneka karakter, strap masker, tas, gantungan kunci dan berbagai macam kerajinan lainnya sesuai permintaan pelanggan.
Kirana memulai menekuni kerajinan tangan ini sejak awal pandemi Covid-19. Yakni sekitar Apriil 2020. Karena perkuliahan daring dan juga mengurangi mobilitas di luar rumah karena pandemi, Kirana belajar dari Youtube bagaimana cara merajut benang dan dikembangkan sendiri sehingga menjadi produk yang bernilai ekonomis.
“Awalnya karena kuliah daring jadi banyak menghabiskan waktu di rumah. Selain itu, juga karena mematuhi protokol kesehatan. Salah satunya untuk menghindari kerumunan dan mengulangi mobilitas. Untuk menghindari kebosanan di rumah terus, jadi saya mulai coba-coba membuat kreasi rajutan benang,” ujar mahasiswi yang tinggal di kawasan Sengkaling, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang ini.
Baca juga:
- Tinjau Kondisi SDN 2 Pakisjajar, Bupati Malang Rencanakan Renovasi di 2027
- Putra Daerah Kabupaten Malang Masuk 5 Kandidat Wonderful Indonesia Awards 2026 Kategori Local Hero in Tourism
- Strategi Investasi Daerah, Bupati Malang Kunjungan Kerja ke Pemprov Lampung
Berawal dari mencoba membuat boneka gantungan kunci, ternyata teman-temannya banyak yang merespon positif. Dari sinilah Kirana mulai mendapat pesanan untuk membuat gantungan kunci karakter. Dalam seminggu, Kirana bisa menghasilkan tiga hingga lima boneka. Saat banyak pesanan, pelanggan harus antri karena keterbatasan tenaga.
“Teman-teman saya mulai memesan rajutan dari gantungan kunci hingga boneka. Bahkan kini juga ada yang memesan untuk membuat tas rajutan. Boneka hadiah wisuda dan lain-lainnya,” ujar Kirana.
Untuk hasil rajutannya dibandrol dengan harga mulai Rp 15 ribu hingga Rp 120 ribu. “Untuk menambah penghasilan sehari-hari, Alhamdulillah. Saat ini memang serba sulit karena pandemi, tapi harus tetap semangat,” ujar Kirana.
Karena kreasinya ini, tak jarang teman-temannya datang ke rumah untuk belajar bersama membuat ide-ide baru tentang rajutan. “Terkadang ada juga teman-teman yang datang untuk meminta diajarkan cara membuat boneka rajutan,” ujar mahasiswi yang bercita-cita menjadi guru ini.
Sosok Kirana juga sangat peduli dengan protokol kesehatan. Dia seringkali mengimbau teman-teman nya untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah.
“Saya sering memberikan starp dan konektor masker secara geratis. Pesan saya untuk tetap patuhi protokol kesehatan dan semoga pandemi segera berakhir. Tetap semangat dan terus berkreasi,” ujar Kirana, Minggu (24/10/2021) siang. (gie)

Kabupaten Malang4 mingguBupati Malang Jadi Orang Pertama Pendataan Sensus 2026
Kabupaten Malang1 mingguKolaborasi Pemkab Malang dan PT BSI Hadirkan Layanan Jasa Perbankan Berprinsip Syariah
Kabupaten Malang2 mingguPemkab Malang bersama Bank Tanah dan Kementrian ATR/BPN Gelar Sosialisasi Redistribusi Tanah
Kabupaten Malang3 mingguHadiri Travel Meet Asia 2026, Pemkab Malang Perkuat Promosi Destinasi Unggulan di Pasar Asia
Kabupaten Malang3 mingguDispendik Kabupaten Malang Dukung Gelaran Program Pancasila Goes to School BPIP
Kabupaten Malang2 mingguPemkab Malang Ajak Masyarakat Berperan Aktif Berantas Peredaran Rokok Ilegal
Kabupaten Malang2 mingguSekda Budiar Sebut Manfaat dan Keberhasilan Proyek Upland di Kabupaten Malang
Kabupaten Malang2 mingguRakor Perubahan RKP DBHCHT, Sekda Kabupaten Malang Tegaskan Manfaat untuk Masyarakat

















