Kabupaten Malang

Bupati Malang Lantik ‘Putra Mahkota’ Sekaligus Pemilik Rekor Terlama Plt Kadis bersama 2 Pejabat

Diterbitkan

-

SUMPAH: Prosesi pelantikan yang dipimpin Bupati Malang. (memontum.com/sit)

Memontum Malang – Bupati Malang, HM Sanusi, akhirnya melantik tiga nama yang sempat santer bakal lolos hasil seleksi terbuka (Selter) pejabat eselon II atau jabatan pimpinan tinggi Pratama (JPTP) di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (13/04/2026) tadi. Tiga nama yang dilantik dan diambil sumpah itu, masing-masing Ahmad Dzulfikar Nurahman sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Astri Lutfiatunnisa sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Indra Gunawan sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Sekedar diketahui, Ahmad Dzulfikar atau akrab disapa Avi, adalah anak Bupati Malang atau ‘Putra Mahkota’ yang menduduki posisi Sekretaris DLH. Secara bersamaan, atau terhitung sejak Maret 2024, Avi menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) di Kepala DLH atau rekor terlama menjabat posisi Plt di satu dinas. Sementara Astri, sebelumnya adalah Sekretaris Disperindag dan Indra, sebelumnya mengisi posisi Camat Pujon.

Selain melantik tiga nama itu, ada total sebanyak 447 pegawai, yang turut dilakukan pengambilan sumpah dan pelantikan. Prosesi pelantikan sendiri, dihadiri Forkopimda, anggota DPRD, Kepala OPD hingga peserta pelantikan dari mulai Kepala Sekolah dan Kepala Puskesmas.

Bupati Sanusi dalam sambutannya, menyampaikan bahwa pelantikan yang dilakukan menjadi bagian penataan pemerintahan yang baik. Yang mana, pelaksanaan menggunakan sistem merit.

Baca juga :

Advertisement

Karenanya, tambah bupati, dalam pelaksanaan juga dilakukan pembacaan pakta integritas. “Tadi pembacaan pakta integritas itu harus diikuti semua. Karena pakta integritas itu adalah untuk semua pejabat,” kata Bupati Sanusi.

Masih menurut bupati, bahwa proses atau tahapan pelantikan yang dilakukan secara transparan. Termasuk, tidak ada sistem jual beli jabatan.

“Karenanya kalau ada (jual beli jabatan, red), tolong disampaikan. Karena itu tidak benar. Bahkan kalau perlu, sampaikan juga kepada siapa jual beli itu dilakukan. Kalau perlu, bupati yang mengembalikan uangnya,” ujarnya.

Dengan dilantiknya tiga nama mengisi posisi kekosongan di eselon II, maka sedikitnya ada empat jabatan eselon II yang masih kosong. Empat posisi itu, yakni staf ahli, Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora), Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PUSDA) dan Inspektorat. (sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas