Kabupaten Malang
Hadiri Gebyar PAUD Holistik Integratif, Bupati Malang Tegaskan Pentingnya Penanganan Anak Usia Dini secara Utuh

Memontum Malang – Bupati Malang, HM Sanusi, didampingi Bunda PAUD Kabupaten Malang, Hj Anis Zaidah Sanusi, menghadiri Gebyar PAUD Holistik Integratif (HI) dengan tema ‘Penguatan Profil Pelajar Pancasila Menuju Malang Makmur’ di Lapangan Ahmad Yani Asmil Yon Armed 1/Roket, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (11/03/2023) tadi. Turut hadir pada kesempatan tersebut, perwakilan Danyon Armed 1 beserta ibu, Pengurus dan Anggota Himpaudi Kecamatan Singosari dan Panitia Penyelenggara Gebyar Paud HI Kreasi Senam Pelajar Pancasila.
Bunda PAUD Hj Anis Zaidah Sanusi dalam sambutannya mengucapkan apresiasi atas terselengaranya acara ini. Terlebih, PAUD Holistik Integratif adalah penanganan anak usia dini secara utuh (menyeluruh) yang mencakup layanan gizi dan kesehatan, pendidikan, pengasuhan dan perlindungan untuk mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak. Hal ini dilakukan, secara terpadu oleh berbagai pemangku kepentingan di tingkat masyarakat, pemerintah daerah dan pusat.
“Jadi, tolong kepada Bunda PAUD Kecamatan sampaikan kepada Bunda PAUD Desa, juga ayah, ibu, bapak guru pengelola untuk mewujudkan PAUD Holistik Integratif. Supaya ikut mengontrol dan memberikan fasilitas bekerja sama dengan Bidan Desa untuk cek kesehatan anak didiknya, seperti tinggi badan dan berat badan anak secara berkala. Untuk yang sudah, lebih dikuatkan lagi holistiknya,” kata Bunda PAUD Kabupaten Malang.
Baca juga:
- Meriahkan HUT Desa Ngabab, Wabup Malang Beri Apresiasi Perjalanan Panjang Desa Harmonis dan Berbudaya
- Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkab Malang Rakor Pelaksanaan Pengelolaan BLUD Puskesmas dan RSUD
- Wabup Malang Buka Program Skrining RHD dan Berharap Miliki Manfaat Besar untuk Generasi Muda
- Pemkab Malang Raih Opini WTP Ke-12 dari BPK RI
- Bupati Malang dan Kepala OPD Salat Idul Adha di Desa Pagersari Ngantang, Wabup Salat di Pujon
Dalam kesempatan ini, Bupati Malang, HM Sanusi, menyampaikan selamat dan sukses atas terselenggaranya kegiatan ini, serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Singosari, beserta seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi terhadap pelaksanaan kegiatan Kreasi Senam Pelajar Pancasila ini. “Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan terhadap pembentukan mental dan fisik para generasi penerus yang unggul, berkualitas dan berdaya saing tinggi. Di sinilah peran dari pengembangan PAUD HI sangat diperlukan. Melalui berbagai langkah pendekatan simultan, sistematis dan terintegrasi, kita semua berharap akan menyentuh segala aspek yang terdapat dalam pengembangan dasar anak,” ujar Bupati Malang.
Ke depan, Bupati Malang berharap agar Himpaudi Kecamatan Singosari maupun Kabupaten Malang pada umumnya, untuk dapat menangkap kekurangan dan keterbatasan tersebut sebagai bahan evaluasi. Hal itu, sejalan dengan tugas PAUD HI yang berperan sebagai panutan, pembimbing, pengasuh sekaligus fasilitator bagi anak usia dini. Dalam kesempatan itu Bupati Malang juga menyerahkan Kartu Identitas Anak (KIA) kepada siswa PAUD. (pro/gie)

Kabupaten Malang4 mingguPerketat Akses Bendungan Lahor, PJT I Siapkan Mitigasi Risiko Jangka Panjang
Kabupaten Malang3 mingguWabup Malang Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Penanganan Gangguan Tumbuh Kembang Anak dan Disabilitas
Kabupaten Malang3 mingguPenguatan Integritas dan Kepercayaan Publik ke Sekolah, Dispendik on The Road Digelar di Ngantang
Kabupaten Malang2 mingguBupati Malang Panen Melon Berkualitas Ekspor dan Dorong Masyarakat Tingkatkan Swasembada Pangan
Kabupaten Malang3 mingguDPRD Kabupaten Malang Tekankan Pentingnya Peran Posyandu untuk Kesehatan Masyarakat
Kabupaten Malang2 mingguDPRD Kabupaten Malang Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat Via Koperasi Desa Merah Putih
Kabupaten Malang3 mingguBupati Malang Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan SPPG Turen
Kabupaten Malang2 mingguLihat Langsung Pelayanan Kesehatan, Bupati Malang Kunjungi Puskesmas Ngajum dan Kromengan


















