Kabupaten Malang
Antisipasi Penyebaran Paham Radikalisme, Pemkab Malang Gelar FGD di Ngantang

Memontum Malang – Pemerintah Kabupaten Malang menggelar Fokus Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Pencegahan Paham Radikalisme Demi Terwujudnya Rasa Aman di Masyarakat’ di Pendopo Kecamatan Ngantang, Senin (18/04/2022) tadi. Turut hadir dalam FGD, diantaranya Bupati Malang, HM Sanusi, Kasat Intel Polres Batu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang, Sodikul Amin, Plt Ka Bakesbangpol Kabupaten Malang, Muspika Pujon, Muspika Ngantang, Muspika Kasembon dan undangan.
Bupati Malang dalam kesempatan itu menyambut baik serta mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkomitmen dan memberikan kontribusi akan terselenggaranya FGD ini. “Semoga melalui kegiatan ini, nantinya akan tercipta keamanan serta ketertiban masyarakat. Khususnya, dalam upaya memerangi terorisme dan gerakan radikalisme di Kabupaten Malang,” kata Sanusi.
Baca juga:
- Usia Bendungan Lahor hampir 50 Tahun, PJT I Tutup Akses Kendaraan Roda Empat Mulai 1 Agustus
- Peringatan Hari Koperasi, Bupati Malang Ajak Bangun Koperasi yang Sehat, Transparan, Inovatif dan Bermanfaat
- Pelantikan DPD dan DPC HKTI, Wabup Malang Dorong Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Pertanian
- Anggaran Perjalanan Dinas di ‘Putra Mahkota’ Tembus Rp 1,5 Miliar, Dua Paket sebut Nama DPRD
- Wujudkan Indonesia Swasembada Gula, Bupati Malang Dampingi Wamenko Tinjau Produsen Gula
Dirinya juga mengatakan, jika FGD ini merupakan upaya mengantisipasi munculnya oknum yang berpaham intoleran dan radikalisme di Kabupaten Malang. “Tentunya antisipasi ini merupakan tanggungjawab bersama. Setiap daerah dan lingkungan sangat penting mengembangkan kewaspadaan dini terhadap keamanan dilingkungan masing masing-masing. Deteksi dini terhadap adanya indikasi dan potensi gangguan keamanan penting dilakukan
oleh setiap warga masyarakat, dan harus dilakukan dilingkungan masing-masing guna mewujudkan lingkungan yang aman, damai, maju dan sejahtera,” tambahnya.
Bupati Sanusi juga mengingatkan, akan pentingnya saling mengingatkan satu sama lain berkaitan dengan kondisi lingkungan disekitarnya. “Jika menemukan adanya orang dengan perilakunya yang menyimpang tidak sesuai dengan masyarakat kebanyakan harus disampaikan kepada aparat berwenang. Kewaspadaan dini harus diwujudkan dengan langkah antisipasi yang tepat seperti mengetahui atau memastikan identitas dilingkungan masing-masing, dan tamu yang menginap atau berkunjung ke rumah atau lingkungan,” imbuhnya.
Bupati Malang juga menuturkan, jika upaya pencegahan serta penanggulangan terhadap tumbuhnya kelompok ekstrimis baik radikalisme maupun terorisme juga diperlukan sinergi dan peran serta dari semua pihak. “Melalui FGD ini saya berharap dapat mencegah serta mengantisipasi pertumbuhan bibit-bibit paham radikal serta dapat menumbuhkan kecintaan kepada NKRI,” terang Sanusi. (cw1/sit)

Kabupaten Malang3 mingguKolaborasi Pemkab Malang dan PT BSI Hadirkan Layanan Jasa Perbankan Berprinsip Syariah
Kabupaten Malang4 mingguPemkab Malang bersama Bank Tanah dan Kementrian ATR/BPN Gelar Sosialisasi Redistribusi Tanah
Kabupaten Malang4 mingguHadiri Travel Meet Asia 2026, Pemkab Malang Perkuat Promosi Destinasi Unggulan di Pasar Asia
Kabupaten Malang4 mingguPemkab Malang Ajak Masyarakat Berperan Aktif Berantas Peredaran Rokok Ilegal
Kabupaten Malang4 mingguDispendik Kabupaten Malang Dukung Gelaran Program Pancasila Goes to School BPIP
Kabupaten Malang3 mingguRakor Perubahan RKP DBHCHT, Sekda Kabupaten Malang Tegaskan Manfaat untuk Masyarakat
Kabupaten Malang3 mingguSekda Budiar Sebut Manfaat dan Keberhasilan Proyek Upland di Kabupaten Malang
Kabupaten Malang3 mingguDispendik Kabupaten Malang Lepas Kontingen O2SN, Harap Raih Prestasi untuk Amankan Tiket Nasional


















