Kabupaten Malang
Komisi III DPR RI Serukan Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Memontum Malang – Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Adies Kadir, bersama rombongan mendatangi Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (13/10/2022) siang. Kedatangan anggota DPR RI tersebut, untuk melihat dan mendengar secara langsung, bagaimana proses dari sisi pengamanan yang terjadi di lapangan hingga terjadinya tragedi Kanjuruhan, yang berakibat hilangnya 132 nyawa dan ratusan luka-luka.
Disampaikan Adies, bahwa pihaknya ditugaskan oleh pimpinan DPR, untuk melihat secara utuh insiden Kanjuruhan. “Kami dari Komisi III, itu ada Pak Didik, Pak Riyadi, Pak Bimo, Pak Abu Bakar, Pak Arteria. Intinya, kami dari Komisi Hukum ingin melihat dan mendengar secara langsung bagaimana proses dari sisi pengamanan yang terjadi di lapangan,” ujar Adies Kadir.
Ditambahkannya, bahwa pihaknya telah melihat secara langsung bagaimana kondisi di lapangan Stadion Kanjuruhan. Termasuk, melihat langsung kondisi pintu 10, 11, 12, 13 dan pintu 14 Stadion Kanjuruhan.
Baca juga:
- Meriahkan HUT Desa Ngabab, Wabup Malang Beri Apresiasi Perjalanan Panjang Desa Harmonis dan Berbudaya
- Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkab Malang Rakor Pelaksanaan Pengelolaan BLUD Puskesmas dan RSUD
- Wabup Malang Buka Program Skrining RHD dan Berharap Miliki Manfaat Besar untuk Generasi Muda
- Pemkab Malang Raih Opini WTP Ke-12 dari BPK RI
- Bupati Malang dan Kepala OPD Salat Idul Adha di Desa Pagersari Ngantang, Wabup Salat di Pujon
“Setelah ini, kami akan melakukan rapat dengan Polda Jatim dan Polres Malang, serta Polresta Malang Kota. Tujuannya, untuk mendengarkan dan juga melakukan investigasi terhadap kejadian tersebut. Apakah proses pengamanan sudah sesuai dengan standart proporsional dengan Polri dan juga sesuai dengan statuta FIFA,” terangnya.
Komisi III berharap, dalam tragedi Kanjuruhan ini, agar supaya masyarakat bisa kondusif. “Kami tentunya turut berbela sungkawa, kepada Aremania yang telah menjadi korban. Kami juga, intinya juga ingin agar supaya kasus ini di usut tuntas. Tentunya, pemerintah sudah ada upaya untuk usut tuntas. Dengan dibentuknya, tim yang diketuai oleh Menkopolhukam,” ujarnya.
Mensikapi penggunaan gas air mata yang diduga sebagai pemicu tragedi, Adies menerangkan, jika gas air mata secara statuta FIFA memang tidak boleh digunakan. “Gas air matakan memang tidak boleh. Nanti, kita akan lihat itu. Kalau tidak salah, sudah pernah terjadi dengan kasus yang sama. Kami juga ingin bertemu dengan kawan-kawan Aremania dan berharap usut tuntas tragedi ini,” tegasnya.
Ditambahkanya, tim dari pemerintah pusat masih terus bekerja menyelidiki tragedi Kanjuruhan. Pastinya, ini harus diusut tuntas. “Kita terjun hari ini, karena kawan-kawan yang lain, seperti dari TGIPF dan pemerintah pusat, juga terus bergerak. Jadi, semua intinya bekerja secara komprehensif. Sekali lagi, bahwa tragedi Kanjuruhan, ini harus diusut secara tuntas,” tambahnya. (gie)

Kabupaten Malang4 mingguPerketat Akses Bendungan Lahor, PJT I Siapkan Mitigasi Risiko Jangka Panjang
Kabupaten Malang3 mingguWabup Malang Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Penanganan Gangguan Tumbuh Kembang Anak dan Disabilitas
Kabupaten Malang3 mingguPenguatan Integritas dan Kepercayaan Publik ke Sekolah, Dispendik on The Road Digelar di Ngantang
Kabupaten Malang2 mingguBupati Malang Panen Melon Berkualitas Ekspor dan Dorong Masyarakat Tingkatkan Swasembada Pangan
Kabupaten Malang3 mingguDPRD Kabupaten Malang Tekankan Pentingnya Peran Posyandu untuk Kesehatan Masyarakat
Kabupaten Malang2 mingguDPRD Kabupaten Malang Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat Via Koperasi Desa Merah Putih
Kabupaten Malang3 mingguBupati Malang Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan SPPG Turen
Kabupaten Malang2 mingguLihat Langsung Pelayanan Kesehatan, Bupati Malang Kunjungi Puskesmas Ngajum dan Kromengan


















