Hukum & Kriminal
Polres Malang Bekuk Dua Pelaku Jual Beli Benih Bening Lobster

Memontum Malang – Polres Malang mengamankan dua pelaku jual beli Benih Bening Lobster (BBL) tanpa izin di wilayah Kabupaten Malang. Dua pelaku tersebut adalah Adi Kuswoyo alias Woyo (46) asal Kecamatan Sumbermanjing Wetan dan Didik Darmaji alias Tukinyong (37) asal Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Woyo diketahui berperan sebagai pengepul benih lobster, sedangkan Tukinyong berperan sebagai pengemudi.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny K Bara’langi, mengatakan BBL itu didapat oleh Woyo dari para nelayan di pantai malang selatan di Kabupaten Malang.
“Jadi si pengepul atau Woyo itu mendapat BBL ini dari beberapa nelayan. Pelaku membeli BBL dengan harga Rp 14 ribu per benih jenis pasir. Sementara BBL jenis mutiara Rp 16 ribu per benih,” kata AKP Donny K. Bara’langi saat konferensi pers kasus penjualan BBL Ilegal di Mapolres Malang, Selasa (15/02/2022).
Baca juga:
- Meriahkan HUT Desa Ngabab, Wabup Malang Beri Apresiasi Perjalanan Panjang Desa Harmonis dan Berbudaya
- Perkuat Layanan Kesehatan, Pemkab Malang Rakor Pelaksanaan Pengelolaan BLUD Puskesmas dan RSUD
- Wabup Malang Buka Program Skrining RHD dan Berharap Miliki Manfaat Besar untuk Generasi Muda
- Pemkab Malang Raih Opini WTP Ke-12 dari BPK RI
- Bupati Malang dan Kepala OPD Salat Idul Adha di Desa Pagersari Ngantang, Wabup Salat di Pujon
Dirinya menambahkan, bahwa Woyo berhasil membeli 2000 ekor BBL jenis pasir yang diletakkan di dalam delapan plastik bening ukuran sedang bertuliskan PSR. “Kemudian ia juga berhasil membeli 250 ekor BBL jenis mutiara yang ditempatkan di plastik dan satu plastik lainnya berisi 250 ekor BBL. Jadi jumlah keseluruhan sebanyak 2500 ekor BBL,” tambahnya.
Saat itu, Kamis (10/2/2022) kemarin, Woyo hendak menjual ribuan ekor BBL itu ke seorang pembeli di Jalan Desa Wonokerto, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Polisi mendapatkan informasi jika akan ada transaksi ilegal tersebut. Alhasil, saat kepolisian mendatangi lokasi, aksi tersebut digagalkan oleh kepolisian.
“Kami sudah melakukan penyelidikan dalam mengungkap dugaan penjualan benih-benih Lobster di Kabupaten Malang kurang lebih satu bulan. Namun, baru kemarin kami amankan keduanya,” imbuhnya.
Woyo sendiri sebenarnya adalah seorang residivis dengan kasus yang sama pada tahun 2017 lalu. Dia ditetapkan jadi tersangka dan mendekam selama 1 tahun delapan bulan.
“Woyo ini seorang residivis dengan kasus yang sama yakni menjual benih lobster pada tahun 2017. Dan tahun 2022, diamankan lagi oleh Polres Malang,” jelasnya.
Atas perbuatannya Woyo dan Tukinyong terancam hukan delapan tahun penjara dan denda hingga Rp 1 miliar. “Pasal yang kami kenakan adalah Pasal 92 Jo. Pasal 26 ayat (1) UU RI Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja perubahan atas UU RI Nomor 44 Tahun 2009 Tentang Perubahan Atas UU RI No. 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan Jo. Pasal 55 KUHP,” terang AKP Donny. (cw1/sit)

Kabupaten Malang4 mingguPerketat Akses Bendungan Lahor, PJT I Siapkan Mitigasi Risiko Jangka Panjang
Kabupaten Malang3 mingguWabup Malang Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Penanganan Gangguan Tumbuh Kembang Anak dan Disabilitas
Kabupaten Malang3 mingguPenguatan Integritas dan Kepercayaan Publik ke Sekolah, Dispendik on The Road Digelar di Ngantang
Kabupaten Malang2 mingguBupati Malang Panen Melon Berkualitas Ekspor dan Dorong Masyarakat Tingkatkan Swasembada Pangan
Kabupaten Malang3 mingguDPRD Kabupaten Malang Tekankan Pentingnya Peran Posyandu untuk Kesehatan Masyarakat
Kabupaten Malang2 mingguDPRD Kabupaten Malang Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat Via Koperasi Desa Merah Putih
Kabupaten Malang3 mingguBupati Malang Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan SPPG Turen
Kabupaten Malang2 mingguLihat Langsung Pelayanan Kesehatan, Bupati Malang Kunjungi Puskesmas Ngajum dan Kromengan


















