Kabupaten Malang
Posko Postmortem Crisis Center Terus Optimalkan Call Center dan Kades dalam Pendataan Korban Meninggal Kanjuruhan

Memontum Malang – Posko Postmortem Crisis Center terus melakukan pendataan terhadap jumlah korban meninggal atas tragedi Stadion Kanjuruhan Kepanjen. Salah satunya, yakni dengan memanfaatkan call center yang sudah disiapkan.
“Call center ini dimaksudkan untuk membantu dalam pendataan jumlah korban meninggal dunia. Salah satunya, keluhan yang disampaikan oleh keluarga korban, bahwa jika keluarga atau sanak saudaranya menjadi korban,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, Drg Wijanto Wijoyo, kepada Memontum.com, saat dihubungi via telepon, Rabu (05/10/2022) tadi.
Melalui call center ini, tambahnya, keluarga atau warga tidak hanya melaporkan. Namun, juga membantu petugas dalam mengidentifikasi siapa-siapa yang menjadi korban.
“Dalam tragedi itu, tidak semua korban terdata di rumah sakit. Makanya, kita mencoba menjangkau korban-korban yang langsung dibawa pulang. Inilah, yang dijembatani agar bisa terdata,” tambahnya.
Baca juga :
- Usia Bendungan Lahor hampir 50 Tahun, PJT I Tutup Akses Kendaraan Roda Empat Mulai 1 Agustus
- Peringatan Hari Koperasi, Bupati Malang Ajak Bangun Koperasi yang Sehat, Transparan, Inovatif dan Bermanfaat
- Pelantikan DPD dan DPC HKTI, Wabup Malang Dorong Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Pertanian
- Anggaran Perjalanan Dinas di ‘Putra Mahkota’ Tembus Rp 1,5 Miliar, Dua Paket sebut Nama DPRD
- Wujudkan Indonesia Swasembada Gula, Bupati Malang Dampingi Wamenko Tinjau Produsen Gula
Selain terdata, ujar Kadinkes Kabupaten Malang, nantinya juga melibatkan peran kepala desa (Kades) dan Camat. Artinya, melakukan pengecekan dan memastikan, bahwa informasi yang disampaikan benar adanya.
“Inilah yang terus kita lakukan. Sehingga, tidak semua data bisa masuk atau keluarga, dengan mudah. Jadi, benar-benar valid,” paparnya.
Karenanya, ungkap Wijanto, dalam pembentukan Posko Postmortem, juga melibatkan Biddokkes Polda Jatim. Tujuannya, untuk memudahkan dalam pendataan korban dan pembuatan berita acara yang sesuai.
“Jadi, ini untuk kevalidan,” tambahnya.
Disinggung mengenai jumlah korban meninggal, Wijayanto mengungkapkan, bahwa petugas di lapangan sementara masih terus bekerja. Salah satunya, mengklarifikasi temuan kepada keluarga dan pihak pemerintahan desa hingga kecamatan.
Sebagaimana diberitakan, dari data terakhir yang dirilis, sebanyak 131 korban meninggal dalam insiden Stadion Kanjuruhan. Jumlah itu, belum termasuk korban luka dan pendataan korban meninggal masih terus dilakukan. (sit)

Kabupaten Malang3 mingguKolaborasi Pemkab Malang dan PT BSI Hadirkan Layanan Jasa Perbankan Berprinsip Syariah
Kabupaten Malang4 mingguPemkab Malang bersama Bank Tanah dan Kementrian ATR/BPN Gelar Sosialisasi Redistribusi Tanah
Kabupaten Malang4 mingguHadiri Travel Meet Asia 2026, Pemkab Malang Perkuat Promosi Destinasi Unggulan di Pasar Asia
Kabupaten Malang4 mingguPemkab Malang Ajak Masyarakat Berperan Aktif Berantas Peredaran Rokok Ilegal
Kabupaten Malang4 mingguDispendik Kabupaten Malang Dukung Gelaran Program Pancasila Goes to School BPIP
Kabupaten Malang3 mingguRakor Perubahan RKP DBHCHT, Sekda Kabupaten Malang Tegaskan Manfaat untuk Masyarakat
Kabupaten Malang3 mingguSekda Budiar Sebut Manfaat dan Keberhasilan Proyek Upland di Kabupaten Malang
Kabupaten Malang3 mingguDispendik Kabupaten Malang Lepas Kontingen O2SN, Harap Raih Prestasi untuk Amankan Tiket Nasional


















