Kabupaten Malang
Terus Gencarkan Vaksinasi Booster, Dinkes Kabupaten Malang Terkendala Stok Vaksin Moderna

Memontum Malang – Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, akan berupaya maksimal untuk terus mempercepat vaksinasi dosis 3 atau booster. Termasuk, memaksimalkan sasaran penerima vaksin di tahap 3 ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, drg Arbani Mukti Wibowo, mengatakan bahwa pihaknya akan terus menggencarkan vaksinasi booster. Termasuk, sambil menunggu vaksinasi tambahan untuk vaksin booster tersebut.
“Sampai saat ini capaian vaksin booster masih mencapai 10 persen dari vaksinasi dosis 2. Kami akan terus berupaya untuk mempercepat vaksin booster. Hanya saja, perlu diketahui juga tentang stok vaksin yang ada,” kata drg Arbani Mukti Wibowo, saat ditemui Memontum.com di Pendopo Panji Kepanjen, Jumat (11/02/2022).
Baca juga:
- Usia Bendungan Lahor hampir 50 Tahun, PJT I Tutup Akses Kendaraan Roda Empat Mulai 1 Agustus
- Peringatan Hari Koperasi, Bupati Malang Ajak Bangun Koperasi yang Sehat, Transparan, Inovatif dan Bermanfaat
- Pelantikan DPD dan DPC HKTI, Wabup Malang Dorong Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Pertanian
- Anggaran Perjalanan Dinas di ‘Putra Mahkota’ Tembus Rp 1,5 Miliar, Dua Paket sebut Nama DPRD
- Wujudkan Indonesia Swasembada Gula, Bupati Malang Dampingi Wamenko Tinjau Produsen Gula
Dirinya juga menambahkan, ada beberapa prioritas yang diutamakan untuk mendapatkan vaksin booster terlebih dahulu. “Yaitu untuk pelayanan publik yang harus hadir 100 persen, meski pun PPKM Level 2 dan 3. Untuk saat ini, vaksin booster yaitu untuk Nakes, Kepolisian, TNI, Petugas Pajak, dan beberapa yang lain,” imbuhnya.
Arbani juga membeberkan, bahwa pihaknya masih kesulitan untuk mendapatkan stok booster vaksin Moderna untuk masyarakat yang dosis 1 dan 2 menggunakan vaksin Astrazeneca. “Tetapi kalau yang dosis 1 dan 2 memakai vaksin Sinovac, maka kita masih punya stok Astrazeneca dan Pfizer. Untuk yang booster satu ini, sementara tidak ada kendala,” tambahnya.
Kadinkes Kabupaten Malang juga menjelaskan, kasus aktif Covid-19 di Kabupaten sampai saat ini berkisar 900 pasien. Akan tetapi, dikatakannya bahwa yang mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit tidak sampai 10 persen.
“Yang kami khawatirkan, yaitu yang sementara berada di ICU. Tentunya terus kita pantau, semoga tidak ada kematian lantaran Covid-19. Omicorn ini antisipasinya pada individu masing-masing,” terangnya. (cw1/sit)

Kabupaten Malang3 mingguKolaborasi Pemkab Malang dan PT BSI Hadirkan Layanan Jasa Perbankan Berprinsip Syariah
Kabupaten Malang4 mingguPemkab Malang bersama Bank Tanah dan Kementrian ATR/BPN Gelar Sosialisasi Redistribusi Tanah
Kabupaten Malang4 mingguHadiri Travel Meet Asia 2026, Pemkab Malang Perkuat Promosi Destinasi Unggulan di Pasar Asia
Kabupaten Malang4 mingguPemkab Malang Ajak Masyarakat Berperan Aktif Berantas Peredaran Rokok Ilegal
Kabupaten Malang4 mingguDispendik Kabupaten Malang Dukung Gelaran Program Pancasila Goes to School BPIP
Kabupaten Malang3 mingguRakor Perubahan RKP DBHCHT, Sekda Kabupaten Malang Tegaskan Manfaat untuk Masyarakat
Kabupaten Malang3 mingguSekda Budiar Sebut Manfaat dan Keberhasilan Proyek Upland di Kabupaten Malang
Kabupaten Malang3 mingguDispendik Kabupaten Malang Lepas Kontingen O2SN, Harap Raih Prestasi untuk Amankan Tiket Nasional


















