Kabar Desa
Wisata Dewi Sri, Wisata Destinasi Edukasi Padi

Memontum Malang – Satu lagi tempat wisata yang saat ini menjadi perhatian. Adalah wisata Dewi Sri di Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang yang baru saja dibuka pada bulan Juli lalu.
Destinasi wisata Dewi Sri, memberikan konsep edukasi dalam bidang pertanian padi. Di mana, konsep tersebut guna memberikan sosialisasi kepada masyarakat bagaimana pentingnya dan proses dalam menghasilkan padi, namun dengan konsep yang menarik.
“Awalnya dibuat wisata ini sebagai destinasi edukasi di bidang pertanian padi karena memang warga sekitar yang berprofesi sebagai petani padi dan beberapa konsep unik untuk mengusir hama,” ujar Agus Sucipto, Divisi Pertanian Wisata Dewi Sri, Minggu (15/11) tadi.
Di destinasi tersebut, bisa dijumpai sebuah jembatan yang terbuat dari bambu yang berdiri panjang di tengah hamparan sawah dan beberapa gazebo dan pujasera.
“Warga desa awalnya menanam bunga Refugia di sekitar sawah untuk mengusir hama padi. Dengan bunga tersebut dan adanya jembatan menjadi lebih menarik di lihat,” ungkapnya.
Agus juga menjelaskan, setelah itu dirinya dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) berinisiatif untuk membuat sebuah destinasi berbasis edukasi.
“Disamping sawah itu ada bunga Refugianya. Itu sebenarnya bukan hiasan namun peralihan hama agar ke bunga dan kita tidak menggunakan pestisida. Itu yang kita edukasikan juga kepada para pengunjung agar tahu manfaat dari bunga tersebut,” tambahnya.
Alasan diberi nama Dewi Sri, lanjut Agus, memiliki nama Dewinya Padi. Karena ini memang basic nya pertanian padi jadi munculah nama tersebut.
“Dewi Sri adalah Dewinya Tanaman Padi, dari nama tersebut akhirnya ketemu singkatan dari Desa Wisata Sidorejo Indah (Dewi Sri),” tambahnya.
Sementara itu, tujuan lain dari destinasi wisata ini selain edukasi juga bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memberdayakan warga sekitar.
“Jadi kelompok-kelompok warga membentuk beberapa usaha, karena memang kesulitan pasar apalagi ditengah pandemi ini akhirnya kita tampung semua,” tambahnya.
Edukasi pertanian padi nantinya juga akan dilakukan kepada anak usia dini. Targetnya pun dari anak PAUD dan TK se Kecamatan.
“Namun sayang, sekarang masih belum berjalan karena terkendala pandemi. Semoga secepatnya bisa berjalan dengan baik,” tutupnya. (riz/sit)

Kabupaten Malang4 mingguPerketat Akses Bendungan Lahor, PJT I Siapkan Mitigasi Risiko Jangka Panjang
Kabupaten Malang3 mingguWabup Malang Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Penanganan Gangguan Tumbuh Kembang Anak dan Disabilitas
Kabupaten Malang3 mingguPenguatan Integritas dan Kepercayaan Publik ke Sekolah, Dispendik on The Road Digelar di Ngantang
Kabupaten Malang2 mingguBupati Malang Panen Melon Berkualitas Ekspor dan Dorong Masyarakat Tingkatkan Swasembada Pangan
Kabupaten Malang3 mingguDPRD Kabupaten Malang Tekankan Pentingnya Peran Posyandu untuk Kesehatan Masyarakat
Kabupaten Malang2 mingguDPRD Kabupaten Malang Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat Via Koperasi Desa Merah Putih
Kabupaten Malang3 mingguBupati Malang Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan SPPG Turen
Kabupaten Malang2 mingguLihat Langsung Pelayanan Kesehatan, Bupati Malang Kunjungi Puskesmas Ngajum dan Kromengan


















