Hukum & Kriminal
Divonis Terlibat Kasus Korupsi Bank Jatim Kepanjen, Debitur Asal Turen Kabupaten Malang Pilih Banding

Memontum Kota Malang – Abdul Najib (56), warga Jl Panglima Sudirman, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, melalui kuasa hukumnya Sumardhan dan Ari Hariadi dari Kantor Hukum Edan Law, terus mencari keadilan. Hal itu dilakukan, setelah kliennya divonis oleh majelis Hakim Tipikor Surabaya dengan putusan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Sebagaimana yang diatur dan diancam pada Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Aturan tersebut, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UndangUndang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP pada Jumat (08/04/2022). Yakni, dengan dugaan penyalahgunaan kredit fiktif ini melibatkan pejabat Bank Jatim Cabang Kepanjen, beberapa waktu lalu. Yakni putusan menjalani hukuman 13 tahun penjara dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara, ditambah dengan denda sebesar Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan. Di mana uang pengganti yang harus dibayar senilai Rp 11.412.578.567.
Baca juga:
- Usia Bendungan Lahor hampir 50 Tahun, PJT I Tutup Akses Kendaraan Roda Empat Mulai 1 Agustus
- Peringatan Hari Koperasi, Bupati Malang Ajak Bangun Koperasi yang Sehat, Transparan, Inovatif dan Bermanfaat
- Pelantikan DPD dan DPC HKTI, Wabup Malang Dorong Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Pertanian
- Anggaran Perjalanan Dinas di ‘Putra Mahkota’ Tembus Rp 1,5 Miliar, Dua Paket sebut Nama DPRD
- Wujudkan Indonesia Swasembada Gula, Bupati Malang Dampingi Wamenko Tinjau Produsen Gula
Kepada wartawan pada Sabtu (16/04/2022) tadi, Sumardhan menjelaskan bahwa ada diskriminati kepada kliennya. Sebab, harusnya kliennya bukan dikenakan perbuatan pidana melainkan ke perdata.
“Klien saya kan meminjam uang di Bank Jatim juga dengan jaminan. Kalau bank rugi, ya ruginya berapa, harusnya jaminan dilelang. Selain itu, selama meminjam uang, pembayaran angsuran juga lancar. Itu fakta persidangan, bahwa menurut saksi klien kami bayar angsurannya lancar,” ujar Sumardhan.
Total uang yang dipinjam senilai Rp 11.412.578.657,39. Dari jumlah itu, Abdul Najib sudah mengangsur dengan total Rp 2.988.000.000,00. “Klien saya ditarik ke Pasal 55, turut serta. Klien saya bukan nasabah fiktif. Putusan itu tidak adil, seandainya klien saya tidak mengangsur, ya dilelang jaminannya,” ujar Mardhan.
Untuk mencari keadilan pihaknya sudah melakukan banding. “Saya berharap Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung, bisa memberikan keadilan. Kalau klien kami tidak ada tidak pidana ya supaya dibebaskan, lepas dari segala tuntutan hukum,” ujar Sumardhan.
Dalam kasus ini, informasinya seluruhnya enam orang yang menjadi tersangka dalam kredit fiktif Bank Jatim, Cabang Kepanjen Malang. Hasil penyidikan terbongkar ada praktek penyalahgunaan kredit fiktif ini melibatkan pejabat Bank Jatim Cabang Kepanjen. (gie)

Kabupaten Malang3 mingguKolaborasi Pemkab Malang dan PT BSI Hadirkan Layanan Jasa Perbankan Berprinsip Syariah
Kabupaten Malang4 mingguPemkab Malang bersama Bank Tanah dan Kementrian ATR/BPN Gelar Sosialisasi Redistribusi Tanah
Kabupaten Malang4 mingguHadiri Travel Meet Asia 2026, Pemkab Malang Perkuat Promosi Destinasi Unggulan di Pasar Asia
Kabupaten Malang4 mingguPemkab Malang Ajak Masyarakat Berperan Aktif Berantas Peredaran Rokok Ilegal
Kabupaten Malang4 mingguDispendik Kabupaten Malang Dukung Gelaran Program Pancasila Goes to School BPIP
Kabupaten Malang3 mingguRakor Perubahan RKP DBHCHT, Sekda Kabupaten Malang Tegaskan Manfaat untuk Masyarakat
Kabupaten Malang3 mingguSekda Budiar Sebut Manfaat dan Keberhasilan Proyek Upland di Kabupaten Malang
Kabupaten Malang3 mingguDispendik Kabupaten Malang Lepas Kontingen O2SN, Harap Raih Prestasi untuk Amankan Tiket Nasional


















