Kabupaten Malang
Gelar Focus Group Discussion, Dinkes Kabupaten Malang Sampaikan Semua Stakeholder Miliki Peran Pencegahan

Memontum Malang – Stunting masih menjadi salah satu konsentrasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang. Sebagai bukti, validasi data stunting terus dilakukan secara bertahap, meski angka penurunan hingga 8 persen, sudah berhasil dilakukan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes Kabupaten Malang, Gunawan Djoko Untoro, menjelaskan bahwa validasi data sangat penting sebelum dilakukan intervensi penanganan oleh Dinas Kesehatan. “Dari validasi pendataan, kita akan tahu wilayah-wilayah mana saja yang butuh perhatian khusus untuk di intervensi penanganan stunting,” ujar Gunawan seusai menghadiri gelaran Focus Group Discussion (FGD) di salah satu hotel di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Senin (04/07/2022) tadi.
Dalam kesempatan itu, Gunawan juga menyampaikan bahwa keterlibatan semua stakeholder, memiliki peranan sangat penting untuk mencegah atau menangani stunting. Terutama salah satunya, seperti pemerintahan desa yang lebih paham mengetahui kondisi kesehatan warga.
Baca juga :
- Usia Bendungan Lahor hampir 50 Tahun, PJT I Tutup Akses Kendaraan Roda Empat Mulai 1 Agustus
- Peringatan Hari Koperasi, Bupati Malang Ajak Bangun Koperasi yang Sehat, Transparan, Inovatif dan Bermanfaat
- Pelantikan DPD dan DPC HKTI, Wabup Malang Dorong Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Pertanian
- Anggaran Perjalanan Dinas di ‘Putra Mahkota’ Tembus Rp 1,5 Miliar, Dua Paket sebut Nama DPRD
- Wujudkan Indonesia Swasembada Gula, Bupati Malang Dampingi Wamenko Tinjau Produsen Gula
Karena bagaimanapun, tambahnya, pemerintah daerah atau dinas, tidak bisa melakukan intervensi ataupun penanganan tanpa adanya bantuan data dari desa. “Makanya untuk mencegah dan menangani stunting tersebut, itu perlu keterbukaan. Tidak perlu ada data yang harus ditutup-tutupi. Sehingga, sejauh apa penanganan stunting yang akan kita lakukan, bisa segera dikerjakan,” terangnya.
Gunawan juga mengurai, perlu ada tiga aspek yang harus ditekankan. Ketiga aspek tersebut, diantaranya pola hidup sehat masyarakat dengan menyediakan jamban sehat dan layak bagi warga, asupan makanan bergizi yang dikonsumsi dan pola asuh anak yang benar.
“Pola asuh anak yang baik dan benar tersebut perlu ditekankan, karena tidak semua anak yang dilahirkan terdeteksi stunting,” terangnya.
Namun, tambahnya, jika pola asuh tersebut dinilai salah, maka dampak yang diakibatkan bisa ke arah mengalami gizi buruk. Dari situlah, nantinya bisa menimbulkan penyakit. “Seperti diare, cacingan hingga gizi buruk yang berpotensi menjadikan anak tergejala stunting,” ujar Gunawan.
Karena hal itulah, Gunawan juga menghimbau kepada pasangan pra nikah, maupun pasangan usia produktif, untuk senantiasa memperhatikan berbagai aspek yang ditekankan. Sehingga, potensi terjadinya stunting terhadap anak bisa diminimalisir. (sit)

Kabupaten Malang3 mingguKolaborasi Pemkab Malang dan PT BSI Hadirkan Layanan Jasa Perbankan Berprinsip Syariah
Kabupaten Malang4 mingguPemkab Malang bersama Bank Tanah dan Kementrian ATR/BPN Gelar Sosialisasi Redistribusi Tanah
Kabupaten Malang4 mingguHadiri Travel Meet Asia 2026, Pemkab Malang Perkuat Promosi Destinasi Unggulan di Pasar Asia
Kabupaten Malang4 mingguPemkab Malang Ajak Masyarakat Berperan Aktif Berantas Peredaran Rokok Ilegal
Kabupaten Malang4 mingguDispendik Kabupaten Malang Dukung Gelaran Program Pancasila Goes to School BPIP
Kabupaten Malang3 mingguRakor Perubahan RKP DBHCHT, Sekda Kabupaten Malang Tegaskan Manfaat untuk Masyarakat
Kabupaten Malang3 mingguSekda Budiar Sebut Manfaat dan Keberhasilan Proyek Upland di Kabupaten Malang
Kabupaten Malang3 mingguDispendik Kabupaten Malang Lepas Kontingen O2SN, Harap Raih Prestasi untuk Amankan Tiket Nasional


















