Kabupaten Malang
Diare dan Gatal Ancam Korban Banjir Malang Selatan, Dinkes Kabupaten Minta Kebersihan Lingkungan Jadi Prioritas

Memontum Malang – Kebersihan lingkungan menjadi fokus utama instruksi Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dalam meminimalisir penyebaran penyakit paska banjir besar di Malang Selatan. Selain tetap memberikan pelayanan kesehatan terhadap sejumlah korban banjir di posko-posko yang sudah didirikan, dinas juga berharap masyarakat juga menjaga kebersihan lingkungannya.
Dengan langkah ini, diharapkan tidak muncul penyakit, yang bisa menyerang warga. Terutama, seperti gatal-gatal hingga diare.
“Untuk mengantisipasi itu, saya sudah minta kepada tenaga kesehatan (Nakes) untuk turut sosialisasi kepada masyarakat. Yakni, dengan senantiasa menjaga lingkungan agar tetap bersih. Utamanya, seperti mulai membersihkan lumpur bekas banjir hingga genangan air,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, drg Wijanto Wijoyo.
Baca juga :
- Usia Bendungan Lahor hampir 50 Tahun, PJT I Tutup Akses Kendaraan Roda Empat Mulai 1 Agustus
- Peringatan Hari Koperasi, Bupati Malang Ajak Bangun Koperasi yang Sehat, Transparan, Inovatif dan Bermanfaat
- Pelantikan DPD dan DPC HKTI, Wabup Malang Dorong Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Pertanian
- Anggaran Perjalanan Dinas di ‘Putra Mahkota’ Tembus Rp 1,5 Miliar, Dua Paket sebut Nama DPRD
- Wujudkan Indonesia Swasembada Gula, Bupati Malang Dampingi Wamenko Tinjau Produsen Gula
Selain terkait kebersihan lingkungan, Wijanto juga berharap, distribusi air bersih kepada warga yang menjadi korban banjir juga tercukupi. Sehingga, sejumlah antisipasi yang dilakukan berikut sosialisasi, bisa berjalan maksimal.
“Distribusi air bersih juga sangat penting. Karenanya, kami berharap kebutuhan ini bisa lancar,” papar Wijanto.
Disinggung mengenai sejumlah posko pelayanan kesehatan bencana yang didirikan di titik-titik bencana banjir, mantan Kepala Puskesmas Pakis itu menjelaskan, akan tetap berlangsung selama ancaman bencana masih mengancam. Karenanya, layanan akan terus diberikan.
“Tinggal melihat kedepannya, bagaimana. Intinya, posko akan terus ada selama masih ada dampak bencana alam. Jadi, kita akan koordinasi terus dengan BPBD dan Muspika,” lanjutnya. (sit)

Kabupaten Malang3 mingguKolaborasi Pemkab Malang dan PT BSI Hadirkan Layanan Jasa Perbankan Berprinsip Syariah
Kabupaten Malang4 mingguPemkab Malang bersama Bank Tanah dan Kementrian ATR/BPN Gelar Sosialisasi Redistribusi Tanah
Kabupaten Malang4 mingguHadiri Travel Meet Asia 2026, Pemkab Malang Perkuat Promosi Destinasi Unggulan di Pasar Asia
Kabupaten Malang4 mingguPemkab Malang Ajak Masyarakat Berperan Aktif Berantas Peredaran Rokok Ilegal
Kabupaten Malang4 mingguDispendik Kabupaten Malang Dukung Gelaran Program Pancasila Goes to School BPIP
Kabupaten Malang3 mingguRakor Perubahan RKP DBHCHT, Sekda Kabupaten Malang Tegaskan Manfaat untuk Masyarakat
Kabupaten Malang3 mingguSekda Budiar Sebut Manfaat dan Keberhasilan Proyek Upland di Kabupaten Malang
Kabupaten Malang3 mingguDispendik Kabupaten Malang Lepas Kontingen O2SN, Harap Raih Prestasi untuk Amankan Tiket Nasional


















