Kabupaten Malang

Bupati dan Wabup Malang Dampingi Presiden RI di Peringatan Harlah 1 Abad NU

Diterbitkan

-

HARLAH: Bupati Malang saat turut menghadiri pelaksanaan Harlah 1 Abad NU. (pemkab for memontum)

Memontum Malang – Bupati Malang, HM Sanusi, bersama Wakil Bupati Malang, Hj Lathifah Shohib, turut hadir mendampingi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam Mujahadah Kubro Peringatan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (08/02/2026) tadi. Gelaran Harlah sendiri, berlangsung selama dua hari atau sejak Sabtu hingga Minggu tadi.

Turut hadir dalam gelaran itu, jajaran Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Agraria dan Tata Ruang, Nusron Wahid, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri, Sugiono, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Angga Raka Prabowo, Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Wali Kota Malang dan Wali Kota Batu. Termasuk, sejumlah ulama kharismatik serta jajaran dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa usia 100 tahun NU telah membuktikan organisasi tersebut sebagai salah satu pilar utama keutuhan bangsa. Presiden menyebut, dalam setiap fase penting perjalanan bangsa, NU selalu hadir mengambil peran.

“Setiap kali negara dalam bahaya, NU tampil menyelamatkan. Termasuk dalam perjuangan kemerdekaan, keberhasilan itu dipimpin juga oleh para kiai dan ulama,” kata Presiden Prabowo.

Baca juga :

Advertisement

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada NU, para kiai, ulama serta seluruh nahdliyyin atas peran dalam menjaga kedamaian dan stabilitas Indonesia selama ini. Presiden mengingatkan, bahwa pemimpin tidak boleh memelihara rasa benci, dendam, maupun dengki, karena rakyat membutuhkan persatuan. Sebaliknya, kemakmuran tidak mungkin terwujud tanpa perdamaian dan perdamaian tidak mungkin hadir jika para pemimpin tidak bersatu.

“Tidak ada bangsa yang kuat, yang bisa maju kalau pemimpin-pemimpinnya tidak rukun. Boleh kita bertanding, bersaing, berbeda, berdebat, tetapi di ujungnya semua pemimpin Indonesia harus rukun. Harus menjaga persatuan rakyat,” papar Presiden Prabowo.

Presiden juga mengingatkan, agar seluruh pemimpin di berbagai sektor dan lembaga untuk berjuang semata-mata demi kepentingan rakyat, bukan larut dalam konflik atau mencari kesalahan pihak lain. “Tidak boleh pemimpin punya dendam, rasa benci, rasa dengki, selalu mencari kesalahan pihak lain,” imbuhnya. Yang tidak kalah menarik, Presiden Prabowo juga mengapresiasi keterlibatan gereja dalam menyukseskan acara tersebut. Sebagai cerminan kerukunan lintas iman, yang selama ini diajarkan para tokoh NU, termasuk Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

“Saya juga terharu mendengar gereja turut menyukseskan acara ini. Kita mungkin berbeda, tetapi kita harus hidup dalam kerukunan,” tambahnya. (pro/gie)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas