Kabupaten Malang
Bupati Malang Kunjungi Rumah Nur Saguwanto, Korban Selamat Tragedi Kanjuruhan untuk Pastikan Perawatan hingga Pulih

Memontum Malang – Bupati Malang, HM Sanusi, mengunjungi rumah Nur Saguwanto (19), korban selamat tragedi Kanjuruhan. Kunjungan itu dilakukan Bupati Sanusi, seusai mengikuti kegiatan kirim doa dan dzikir bersama hari ke 7 tragedi Kanjuruhan di halaman luar Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (07/10/2022) tadi.
Bupati Malang bersama Wakil Bupati Malang dan beberapa jajaran OPD mendatangi rumah korban di Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen. Kedatangan Bupati, untuk memastikan kondisi kesehatan korban, setelah menjalani perawatan medis saat sudah balik ke rumah. Meski menjalani penyembuhan di rumah, Sagiwanto tetap diperkenankan mendapat perawatan dari Pemkab Malang, hingga kondisinya benar-benar pulih.
”Korban nanti akan mendapat layanan Tim Home Care dan Tim Trauma Healing, yang akan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Malang dan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), yang akan membawahi semua OPD yang terlibat dalam upaya penanganan dampak psikis korban musibah Kanjuruhan,” ujar Bupati Sanusi.
Baca juga :
- Usia Bendungan Lahor hampir 50 Tahun, PJT I Tutup Akses Kendaraan Roda Empat Mulai 1 Agustus
- Peringatan Hari Koperasi, Bupati Malang Ajak Bangun Koperasi yang Sehat, Transparan, Inovatif dan Bermanfaat
- Pelantikan DPD dan DPC HKTI, Wabup Malang Dorong Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Pertanian
- Anggaran Perjalanan Dinas di ‘Putra Mahkota’ Tembus Rp 1,5 Miliar, Dua Paket sebut Nama DPRD
- Wujudkan Indonesia Swasembada Gula, Bupati Malang Dampingi Wamenko Tinjau Produsen Gula
HM Sanusi kembali menegaskan, bahwa pihaknya membebaskan biaya perawatan seluruh korban tragedi Kanjuruhan. “Semua upaya dilakukan bagi korban tragedi Kanjuruhan. Baik untuk pembebasan biaya perawatan rumah sakit, hingga pendampingan trauma healing di masyarakat. Agar, semua korban bisa mendapatkan perawatan yang tepat hingga kondisinya pulih,” jelas Bupati Malang.
Perlu diketahui bahwa Nur Saguwanto, 19 tahun warga Jalan Karsidi RT02/RW03, Desa Tegalsari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, hingga kini masih tergolek di rumah. Tidak hanya itu, di bagian wajah nampak jelas bekas luka melepuh. Bahkan, bagian kedua mata juga masih terlihat lebam dan pergelangan kaki kiri harus dibantu alat karena mengalami patah.
Meski berhasil selamat dalam musibah itu, namun untuk biaya pengobatan korban atau setelah dipulangkan dari rumah sakit, keluarga korban sangat kesulitan. Itu karena, pengobatan yang dilakukan tidak masuk dalam rumah sakit atau mandiri dari keluarga, yang hidupnya pas-pasan. (gie)

Kabupaten Malang3 mingguKolaborasi Pemkab Malang dan PT BSI Hadirkan Layanan Jasa Perbankan Berprinsip Syariah
Kabupaten Malang4 mingguPemkab Malang bersama Bank Tanah dan Kementrian ATR/BPN Gelar Sosialisasi Redistribusi Tanah
Kabupaten Malang4 mingguHadiri Travel Meet Asia 2026, Pemkab Malang Perkuat Promosi Destinasi Unggulan di Pasar Asia
Kabupaten Malang4 mingguPemkab Malang Ajak Masyarakat Berperan Aktif Berantas Peredaran Rokok Ilegal
Kabupaten Malang4 mingguDispendik Kabupaten Malang Dukung Gelaran Program Pancasila Goes to School BPIP
Kabupaten Malang3 mingguRakor Perubahan RKP DBHCHT, Sekda Kabupaten Malang Tegaskan Manfaat untuk Masyarakat
Kabupaten Malang3 mingguSekda Budiar Sebut Manfaat dan Keberhasilan Proyek Upland di Kabupaten Malang
Kabupaten Malang3 mingguDispendik Kabupaten Malang Lepas Kontingen O2SN, Harap Raih Prestasi untuk Amankan Tiket Nasional


















