Kabupaten Malang

Respon Dugaan Keracunan Makanan, Dinkes Kabupaten Malang Uji Laboratorium Sampel Makanan

Diterbitkan

-

Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo. (ist)

Memontum Malang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang melakukan langkah tindak lanjut, dalam merespon kejadian dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang sempat terjadi di MTs Al Khalifah, Desa Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Kamis (23/10/2025) kemarin. Adalah melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan dan alat makan yang digunakan saat kejadian, yang dilakukan oleh Dinkes.

Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo, mengatakan bahwa sampel yang diambil tersebut berasal dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kepanjen, atau tempat pengolahan menu MBG yang dikonsumsi para siswa. “Sampel sisa makanan yang ada sedang dilakukan pengecekan di laboratorium. Pemeriksaan ini penting, untuk memastikan penyebab munculnya gejala yang dialami para siswa dan guru,” kata Kadinkes Wiyanto, Jumat (24/10/2025) tadi.

Dirinya menambahkan, proses uji laboratorium membutuhkan waktu beberapa hari, untuk bisa mendapatkan hasil yang valid. “Secepatnya hasil akan keluar, tapi pemeriksaan laboratorium tentu butuh waktu. Kami juga memeriksa dapur pengolahan MBG, termasuk kebersihan alat masak dan penyimpanan bahan makanan,” tambahnya.

Baca juga :

Selain pemeriksaan sampel makanan, ujarnya, tim dari Dinkes juga turun langsung ke lokasi dapur SPPG untuk menelusuri kemungkinan sumber kontaminasi. “Sudah dilakukan pengecekan ke dapurnya. Semua aspek kami periksa, mulai dari bahan baku, alat makan, hingga cara pengolahan makanan. Kami ingin memastikan keamanan pangan di setiap tahap,” ujarnya.

Lebih lanjut Kadinkes Wiyanto memastikan, bahwa kondisi para korban kini telah membaik setelah mendapatkan penanganan medis di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. “Kondisinya baik. Pasien kami monitor selama tiga sampai enam jam. Bila sudah membaik, langsung diperbolehkan pulang,” paparnya.

Advertisement

Dirinya juga menegaskan, bahwa pihaknya akan menyampaikan hasil pemeriksaan secara resmi setelah uji laboratorium selesai, agar masyarakat mendapatkan informasi yang valid dan tidak salah tafsir. “Begitu hasil uji keluar, kami akan laporkan secara terbuka. Prinsipnya, keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas,” imbuh Kadinkes Wiyanto. (sit)

Advertisement
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas