Hukum & Kriminal

Tragedi Petungsewu Wagir, Tinggalkan Surat Wasiat, Minta Tanpa Otopsi

Diterbitkan

-

WASIAT : Tiga lembar pesan tulisan Joko. (ist)
WASIAT : Tiga lembar pesan tulisan Joko. (ist)

Surat di Tangan Yuli, Wasiat di Saku Celana Joko

Memontum Malang – Entah siapa dulu meninggal dalam tragedi Petungsewu itu. Faktanya, Joko Waluyo (43) sempat menulis surat wasiat untuk keluarganya. Tulisan Joko dibubuhkan dalam 3 lembar kertas kecil.

Tiga lembar tersebut dipastikan adalah tulisan Joko. Lembar kecil, berisi keinginan Joko, “JADIKAN KAMI SATU LIANG LAHAT”. Tulisan itu memakai huruf besar/kapital. Faktanya, pasutri tersebut tidak dimakamkan bersandingan.

Joko juga meminta, jenazah tidak perlu diotopsi. “Ojo oleh diotopsi. Ibuk iklas. Bpk e iklas. Anak” ku sing pinter. Feri. Yoga. Vega. Kabeh sak darah daging. Seng rukun. Nganti tuek. Nek genok salah siji digolek i. Sing rukun x100″.

Surat laine berisikan pesan yang ditulisi nama Yoga. Nok dompete bpk onok dwt gae kepentingan dino iki. Bapak sepurane. Mak yah. Aku sepurane. Agus. Tolong jogo mak yah. Aku sepurane durung iso mbales banyu susune. Sepurane le yo. Titip adik e. Tolong jagakno apik” yo le. Bapak ibuk wes sepakat. Nek tangane ibuk onok surat.

Kalimat terakhir boleh jadi sebuah pertanda. Yakni kalimat ‘nek tangane ibuk onok surat’. Tulisan tersebut menunjukkan bila ada tulisan dari Joko. Surat di tangan Yuli tersebut bertuliskan pesan lain yang dimungkinkan berisi kalimat, jadikan kami satu liang lahat.

Advertisement

Tulisan tersebut sangat mirip dengan tulisan Joko. Jadi pertanyaan kemudian, Yuli meninggal lebih dulu? Minum racun? Tidak ada kepastian sebab kematian Yuli.

Kapolsek Wagir, AKP Sri Widyaningsih menyatakan bahwa tidak diketahui jelas apakah keduanya meninggal berbarengan. Saat pihak kepolisian datang kondisi keduanya sudah diturunkan dan lokasi sudah bersih.

BACA : Sidang Putusan Cerai, Istri Tewas Misterius, Suami Kendat Tinggalkan Wasiat

“Tidak ada tanda kekerasan di tubuh korban. Tubuhnya sudah kami periksa. Dari hasil pemeriksaan tim medis hanya ditemukan buih di mulut (cairan lendir di hidung). Surat ditemukan di saku celana,” papar Sri Widya.

Menurut Widya, pihaknya juga telah menyisir lokadi kejadian termasuk mengecek sampah dan sekitaran lokasi. Sejumlah keterangan juga didapat dari anak-anak korban dan tetangga sekitar. (sos/tim)

Advertisement

 

Advertisement
3 Comments

Tinggalkan Balasan

Terpopuler

Lewat ke baris perkakas