Kabupaten Malang
Dinkes Kabupaten Malang Jelaskan Hasil Laboratorium Sampel Makanan di MTs Al-Khalifah

Memontum Malang – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, drg Wiyanto Wijoyo, mengurai terkait hasil sampel makanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), yang telah diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya dan yang menyebabkan mual puluhan siswa dan guru MTs Al-Khalifah. Dijelaskan, pengiriman sampel yang dilakukan tidak lama setelah puluhan siswa dan dua guru dilarikan ke RSUD Kepanjen atau tepatnya pada Kamis (23/10/2025) lalu.
“Hasil laboratoriumnya ada sedikit senyawa nitrit. Mungkin di tahunya. Sebab kalau ada yang tidak tahan, akhirnya mual-mual,” kata Wiyanto, Rabu (19/11/2025) tadi.
Dirinya menjelaskan, keberadaan nitrit dapat dipicu oleh pemilihan bahan baku yang kurang cermat, terutama pada kebutuhan masak dalam jumlah besar. “Bahan pangan seperti tahu, berpotensi mengalami pembusukan sebagian jika penyimpanan maupun kualitas awalnya tidak optimal,” jelasnya.
Baca juga :
Oleh karena itu, pemilihan bahan-bahannya makanan haruslah cermat, apalagi dalam jumlah besar. “Kayak tahu itu kan jumlahnya banyak, mungkin sebagian ada yang busuk, itu bisa. Bagi orang yang sehat mungkin tidak apa-apa. Tapi kalau tidak sehat ya bisa menyebabkan mual-mual, tapi mual ringan dan itu kan tidak semua. Kalau 1000 orang, semuanya mual itu berarti kacau,” ujarnya.
Wiyanto juga menambahkan, bahwa Dinkes juga menemukan fakta lain. Sebagian siswa, itu sempat mengkonsumsi susu kemasan sebelum makan paket MBG. Kondisi tubuh yang kurang fit, bisa membuat kombinasi makanan tersebut berpotensi memicu mual.
“Selain nitrit, uji laboratorium juga menemukan sedikit bakteri E-coli. Namun sumbernya bukan dari olahan tahu, itu mungkin dari airnya. Kedepan kami akan memperketat pembinaan kepada para penjamah makanan di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Mulai dari pelatihan hingga sertifikasi penjamah makanan akan terus ditingkatkan,” tegasnya.
Begitu juga dengan pengawasan, Dinkes akan melakukan pembinaan, termasuk juga dasar-dasar penyaji dan penjamah makanan juga harus mendapat sertifikat. “Kami akan memastikan seluruh penjamah makanan maupun perangkat SPPG adalah orang yang memiliki kompetensi, mengingat produksi paket MBG dilakukan dalam waktu singkat dengan jumlah porsi yang sangat besar. Harus profesional agar hasilnya bagus. Apalagi jumlahnya sampai ribuan porsi,” tambahnya. (blo/gie)

Kabupaten Malang4 mingguPerketat Akses Bendungan Lahor, PJT I Siapkan Mitigasi Risiko Jangka Panjang
Kabupaten Malang3 mingguWabup Malang Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Penanganan Gangguan Tumbuh Kembang Anak dan Disabilitas
Kabupaten Malang3 mingguPenguatan Integritas dan Kepercayaan Publik ke Sekolah, Dispendik on The Road Digelar di Ngantang
Kabupaten Malang2 mingguBupati Malang Panen Melon Berkualitas Ekspor dan Dorong Masyarakat Tingkatkan Swasembada Pangan
Kabupaten Malang3 mingguDPRD Kabupaten Malang Tekankan Pentingnya Peran Posyandu untuk Kesehatan Masyarakat
Kabupaten Malang2 mingguDPRD Kabupaten Malang Dorong Penguatan Ekonomi Masyarakat Via Koperasi Desa Merah Putih
Kabupaten Malang3 mingguBupati Malang Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan SPPG Turen
Kabupaten Malang2 mingguLihat Langsung Pelayanan Kesehatan, Bupati Malang Kunjungi Puskesmas Ngajum dan Kromengan


















